Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini alasan pemerintah menangkan Pertamina jadi operator Blok Rokan

Ini alasan pemerintah menangkan Pertamina jadi operator Blok Rokan Arcandra Tahar. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan, proposal yang diajukan Pertamina untuk mengelola Blok Rokan lebih baik dibandingkan Chevron. Karena itu pemerintah lebih memilih Pertamina mengelola Blok Rokan 20 tahun ke depan setelah kontrak Chevron habis pada 2021.

"Pertamina yang telah diberi amanat pemerintah untuk mengelola Blok Rokan dari 2021 sampai 2041, penawaran dari Chevron jauh di bawah yang ditawarkan Pertamina‎," kata Arcandra, di Kantor Kementerian ‎ESDM, di Jakarta, Selasa (20/7).

‎Arcandra mengungkapkan, Pertamina telah menjanjikan beberapa hal yang menguntungkan negara. Dengan mekanisme bagi hasil migas gross split, negara akan mendapat porsi 48 persen. "48 persen ke pemerintah, split variabel banyak sekali lapangannya setiap lapangan beda-beda ada 104 lapangan," tuturnya.

Arcandra melanjutkan, setelah memenangkan Blok Rokan ‎negara mendapat bonus tanda tangan USD 784 juta atau sekitar Rp 11,3 triliun, potensi pendapatan negara dari kegiatan produksi selama 20 tahun sejak 2021 sebesar USD 57 miliar atau Rp 825 triliu dan komitmen kerja pasti USD 500 juta atau Rp 7,2 triliun.

"Tim bekerja mengevaluasi, akhirnya berkesimpulan tiga hal yang membandingkan signatur bonus, komitmen investasi dan pendapatan negara keempat adalah diskresi karena menggunakan gross split Pertamina meminta diskresi 8 persen yang diajukan Pertamina, pemerintah sepakat dengan Pertamina," tandas Arcandra.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP