Inflasi Januari 0,39 Persen Dipicu Banjir Awal Tahun
Merdeka.com - Bank Indonesia mencatat inflasi Januari 2020 sebesar 0,39 persen secara month to month atau 2,68 persen year on year. Kondisi ini dipengaruhi inflasi inti yang terkendali dan kelompok administered prices yang mencatat deflasi.
"Sedangkan inflasi volatile food sedikit meningkat," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).
Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari konsistensi Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi. Termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.
Kelompok administered prices mencatat deflasi didorong kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Khusus (BBK) dan normalisasi tarif berbagai angkutan pascalibur akhir tahun. Sementara itu, inflasi volatile food meningkat, antara lain disebabkan gangguan produksi dan distribusi beberapa komoditas volatile food dipicu dampak banjir di sebagian daerah.
Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi tetap rendah dan stabil dalam kisaran sasaran 3 persen plus minus satu persen pada 2020 dan 2021.
Likuiditas Perbankan Aman
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPerry juga melaporkan likuiditas di pasar uang dan perbankan memadai. Tercermin pada rata-rata harian volume PUAB Januari 2020 tetap tinggi sebesar Rp15,12 triliun. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap besar yakni 20,86 persen pada Desember 2019.
"Transmisi suku bunga ke pasar uang berjalan cukup baik," kata Perry.
Tercermin pada penurunan suku bunga PUAB O/N sebesar 103 bps menjadi 4,81 persen dan suku bunga JIBOR tenor 1 minggu sebesar 119 bps menjadi 5,05 persen sejak akhir Juni 2019, sebelum penurunan BI7DRR pada Juli 2019. Selain itu, transmisi ke penurunan suku bunga perbankan juga berlanjut.
Rata-rata tertimbang suku bunga deposito pada Januari 2020 tercatat 6,22 persen, turun 61 bps sejak akhir Juni 2019. Sementara suku bunga kredit modal kerja turun 29 bps menjadi 10,13 persen.
Pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2019 bergerak sejalan dengan pola pertumbuhan ekonomi. masing-masing 7,43 persen (yoy) dan 6,54 persen (yoy).
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi di pasar uang, serta memperkuat transmisi bauran kebijakan yang akomodatif," kata Perry.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya