Indonesia perkuat kedaulatan ekonomi antisipasi kebijakan pajak AS

Kamis, 28 Desember 2017 18:10 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Indonesia perkuat kedaulatan ekonomi antisipasi kebijakan pajak AS Donald Trump. ©businessinsider

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) menilai bahwa sepanjang tahun 2017 nilai tukar rupiah terhadap dolar cenderung stabil. Meski stabil, ada sedikit tekanan eksternal pada triwulan IV 2017. Di mana saat itu ada pengumuman rencana Amerika Serikat akan meluncurkan paket kebijakan pajak khusus.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, kebijakan pajak dari Amerika tersebut akan membuat banyak investor-investor Amerika menanamkan investasi di luar. Tentu hal ini harus diantisipasi oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

"Jadi, tentu negara-negara, termasuk Indonesia perlu antisipasi. Kalau seandainya terjadi suatu capital universal itu adalah sesuatu yang perlu dikelola dengan hati-hati," kata Agus di Kantornya, Jakarta, Kamis (28/12).

Agus menuturkan, dengan adanya kebijakan tersebut Indonesia mesti menjaga fundamental ekonomi negara. Selain itu juga terus melakukan struktural reformasi sehingga dana-dana Amerika yang di Indonesia agar tetap ada di tanah air ini.

"Kalau BI melihat yang utama, kita jaga fundamental ekonomi kita. Terus melakukan struktural reformasi kita sehingga confident dari dana-dana Amerika yang ada di Indonesia agar tetap di Indonesia," jelasnya.

Lanjutnya, terobosan yang dilakukan oleh Amerika ini ternyata bisa diselesaikan lebih cepat. Padahal BI memperkirakan kebijakan pajak itu berlaku tahun 2019.

"Ternyata 2018 sudah mulai berlaku. Dari 35 persen turun 21 persen. Jadi, ini suatu perkembangan yang mesti disikapi oleh negara-negara di dunia," kata Agus. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini