INDEF nilai utang Indonesia belum tunjukkan produktivitas

Jumat, 16 Maret 2018 16:05 Reporter : Anggun P. Situmorang
INDEF nilai utang Indonesia belum tunjukkan produktivitas Ilustrasi utang. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Januari 2018 tercatat sebesar USD 357,5 miliar atau Rp 5.107,14 triliun. Dari angka tersebut terdapat utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 183,4 miliar, serta utang swasta sebesar USD 174,2 miliar.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, kenaikan utang terhadap produktivitas belum menunjukkan kinerja optimal. Hal tersebut terlihat dari capaian pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang hanya berkisar 5 persen.

"Soal produktivitas utang, harusnya konsep utang untuk leverage berkorelasi dengan kenaikan pertumbuhan ekonomi. Tapi ULN pemerintah tumbuh 14 persen tahun lalu, pertumbuhan PDB cuma 5 persen," ujar Bhima di Jakarta, Senin (16/3).

Selain itu, industri manufaktur pada tahun lalu juga tidak menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Di mana nilainya hanya mencapai 4,5 persen. "Manufaktur juga tumbuh dibawah 4,5 persen. Ini indikasi antara besarnya utang dan produktivitas belum nyambung alias terjadi diskonektivitas," jelasnya.

Lebih lanjut, Bhima menjelaskan, pemanfaatan utang yang tidak produktif juga terlihat pada realisasi belanja modal dalam 3 tahun terakhir di bawah 90 persen. "Artinya utang sudah ditarik tapi belanja tidak terserap maksimal. Sisa anggaran itu jadi utang yang mubazir," jelasnya.

Bhima menambahkan, salah satu cara yang dapat dilakukan pemerintah agar utang tidak terus membengkak adalah dengan memotong belanja infrastruktur. "Solusinya potong belanja infrastruktur. Lakukan rasionalisasi proyek dan infrastruktur lebih baik didanai investasi bukan utang," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini