Imbas Virus Corona, Omzet Pedagang Kelelawar Turun Drastis

Sabtu, 1 Februari 2020 17:50 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Imbas Virus Corona, Omzet Pedagang Kelelawar Turun Drastis Kelelawar. © Causticsodapodcast.com

Merdeka.com - Merebaknya virus Corona di Wuhan, China membuat omzet sejumlah pedagang kelelawar di Pasar Hewan Karimata, Semarang mengalami penurunan. Aktivitas penjualan hewan malam di lokasi tersebut merosot drastis.

"Sepi jarang ada yang beli. Padahal biasanya satu hari bisa dua sampai tiga ekor kelelawar laku," kata seorang pedagang kelelawar Mitro Marimin saat ditemui di pasar hewan Karimata Semarang, Sabtu (1/2).

Dia tidak percaya kalau kelelawar bisa menularkan virus Corona. Sebab hewan yang terbang di malam hari itu tidak bisa makan sembarangan, dan hanya memakan buah-buahan di atas pohon.

"Terbukti saya sudah sudah tujuh tahun jualan, dan pembeli yang langganan tidak pernah kena penyakit," ungkapnya.

Beredarnya isu virus Corona memang berdampak bagi omzet penjualannya. Biasanya, ia selalu mendapat pasokan kelelawar maupun kalong dari para pemburu di Semarang sekitar puluhan ekor.

"Tapi sekarang tidak ada yang mau beli hampir sebulan terakhir. Kami dapat pasokan ekor 20 ekor aja tidak laku, biasanya setiap ekor ia beli Rp5 ribu. Kemudian ia jual lagi seharga Rp20-50 ribu per ekor," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Tak Ada yang Tertarik...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Virus Corona
  3. Ekonomi Indonesia
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini