Ibu Kota Baru Bakal Miliki 2 Jembatan Membelah Lautan

Sabtu, 21 September 2019 12:30 Reporter : Merdeka
Ibu Kota Baru Bakal Miliki 2 Jembatan Membelah Lautan Maket Ibu Kota Baru. ©2019 dok. Kemen PUPR

Merdeka.com - Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur (Kaltim) telah ditetapkan sebagai calon ibu kota baru. Ibu kota baru tersebut nantinya akan ditopang oleh keberadaan dua jembatan panjang yang membelah lautan, yakni Jembatan Pulau Balang dan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara.

Untuk Jembatan Pulau Balang sepanjang 1.750 meter, pengerjaan proyeknya telah dilakukan sejak September 2015. Proyek dengan kontrak tahun jamak senilai Rp 1,3 triliun ini ditargetkan penyelesainnya pada Februari 2021.

Di sisi lain, pemerintah juga telah melakukan prakualifikasi lelang untuk pengerjaan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara sepanjang 7,35 kilometer (Km).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit, memperkirakan tahap konstruksi jalan tol di ibu kota baru yang menelan investasi sebesar Rp 15,53 triliun tersebut dapat berlangsung pada 2020 mendatang. "Lelang sudah jalan. Sudah ada pemasukan dokumen. Sekarang tinggal evaluasi kemudian negosiasi. Kalau saya sih optimis tahun depan sudah mulai," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, seperti dikutip Sabtu (21/9).

Adapun pada proses prakualifikasi lelang Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara Agustus lalu, sejumlah perusahaan dalam dan luar negeri telah menunjukan minat untuk ikut serta dalam konstruksi proyek ini.

Perusahaan-perusahaan itu antara lain PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Toll Road, PT Tol Teluk Balikpapan, China Road and Bridge Corporation, China Communications Construction Engineering Indonesia, dan China Construction Eight Engineering Division Corp LTD.

Secara desain, Danang menjelaskan, jembatan tol ini modelnya bakal mirip dengan Tol Surabaya-Madura (Suramadu), yang memiliki suspension bridge untuk bisa dilalui kapal feri di bawahnya.

Dengan terbangunnya Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara, dia melanjutkan, bisa memangkas waktu tempuh antara dua kota tersebut dari 3-4 jam (jalur darat) atau 1 jam (menggunakan kapal feri) menjadi sekitar 15 menit.

"Kalau (ke ibu kota baru) lewat darat kan lama, kalau muter di pesisir cukup banyak makan waktu. Jadi ada advantage-nya juga. Tinggal melihat apakah masyarakat mau membayar sejumlah tarif yang dikenakan itu," tukas Danang.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini