Hyundai Motor: Belum Ada Keputusan Investasi di Indonesia

Jumat, 15 November 2019 17:11 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Hyundai Motor: Belum Ada Keputusan Investasi di Indonesia Hyundai - IIMS. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Hyundai Motor Company, produsen otomotif asal Korea Selatan, menyatakan bahwa sejauh ini belum ada rencana pihaknya untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini mengklarifikasi pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan bahwa Hyundai akan berinvestasi USD 1 miliar di Indonesia.

"Belum ada keputusan yang dibuat sejauh ini untuk berinvestasi di kawasan regional, termasuk Indonesia," ujar Head of Global PR Hyundai Motor Company, KS Kim, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11).

Menurutnya, jika Hyundai memutuskan untuk melakukan ekspansi usaha, akan diumumkan lebih lanjut saat sudah diputuskan. "Saat ini Hyundai tengah mengevaluasi kapasitas produksi secara global," tuturnya.

Sebelumnya, Indonesia bakal menandatangani kerjasama investasi Hyundai di Indonesia dalam waktu dekat. Nilai kerjasama pembangunan pabrik mobil listrik tersebut mencapai USD 1 miliar dan akan diresmikan dalam lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke negeri ginseng pada bulan ini.

"Hyundai, nanti insya Allah Presiden ke Korea Selatan tanggal 24 (November) itu akan ditandatangani USD 1 miliar untuk mereka masuk sini," kata Menko Luhut Binsar Panjaitan di Gedung DPR RI, Jakarta.

Menko Luhut telah meminta kepada pihak Hyundai agar menggunakan bahan baku dari dalam negeri. Salah satunya bahan baku mobil listrik, yakni lithium baterai dari Morowali. "Mereka sudah saya minta kalian pakai bahan dari Morowali," ujar dia.

Selain itu, dia pun meminta agar dalam membuat ban untuk mobil listrik, Hyundai menggunakan bahan baku karet yang juga berasal dari Tanah Air. "Kedua, ban mobil, dari awal saya sudah minta mereka pakai karet kita. Sekarang Dunlop sudah. Jadi nanti semua mobil listrik yang diproduksi di Indonesia pakai karet ban karet kita," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Hyundai Berniat Investasi Mobil Listrik

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company (HMC) akan segera merealisasikan investasi produksi mobil listrik di Indonesia. Rencananya ini ditegaskan pada pertemuan Kementerian Perindustrian dengan Executive Vice President HMC Park Hong Jae di Seoul.

Jenis kendaraan yang akan digarap di Indonesia, antara lain adalah SUV, MPV, hatchback dan sedan. "Mereka akan mulai produksi pada tahun 2021, dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 unit per tahun," ujar Airlangga dalam keterangannya.

Produksi investasi ini ditargetkan sebanyak 47 persen produksi untuk pasar domestik dan 53 persen untuk ekspor. Pada kunjungannya di HMC saat itu, Airlangga sempat ikut menguji mobil berbahan bakar hydrogen yang dinamakan Hyundai Nexo.

Menperin juga mengamati teknologi yang diterapkan pada mobil fuel cell Hyundai Nexo tersebut. Menurutnya, Pemerintah Indonesia akan mendorong investasi industri kendaraan elektrik dengan pemberian fasilitas tax holiday.

Pabrik Hyundai di Indonesia yang lokasinya masih belum dikonfirmasi tersebut bakal mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3.500 orang. Indonesia dinilai akan menjadi basis produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

"Hyundai telah menegaskan komitmen mereka untuk segera memulai investasi di Indonesia," tutur Airlangga.

Airlangga pun menegaskan, pada prinsipnya Pemerintah mendukung rencana investasi baru tersebut dengan fasilitas fiskal yang sudah tersedia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, sejak awal Januari 2018, Hyundai mengungkapkan rencana untuk membangun pabrik di kawasan Asean dan Indonesia sebagai pilihan lokasinya.

"Apalagi, Indonesia memiliki bahan baku bijih nikel yang bisa digunakan untuk produksi baterai lithium-ion sebagai komponen penting kendaraan listrik," ungkapnya.

Harjanto menjelaskan, dari total kapasitas produksi HMC di Indonesia, sebagian akan digunakan untuk membuat kendaraan listrik. Dari kapasitas itu, sebagian besar untuk mengisi pasar ekspor ke Asia Tenggara dan Australia, serta sisanya untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Industri dan Energi (MoTIE) Korea Selatan Sung Yun Mo menambahkan, penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan meliputi banyak sektor industri.

Tidak hanya sektor industri baja dan kimia, tetapi juga akan menyasar ke sektor industri otomotif. Bahkan, investasi ini dinilai penting karena dapat memperdalam struktur manufaktur dan meningkatkan daya saing industri di Indonesia.

"Kerja sama otomotif juga membuka kesempatan untuk penyedia komponen, dengan kebutuhan komponen kendaraan yang cukup banyak, ini bisa memperkuat juga IKM di Indonesia. Kerja sama ini (investasi mobil listrik) sangat berarti, karena akan meningkatkan daya saing, dan berkontribusi terhadap ekosistem industri yang lebih sehat," papar Sung Yun Mo.

[bim]

Baca juga:
Realisasi Investasi Hyundai Tunggu Hasil Negosiasi Insentif RI
Menko Luhut: Hyundai Investasi USD 1 Miliar Bangun Pabrik Mobil Listrik di Karawang
Menko Luhut Akui RI Belum Siap Kembangkan Konsep Mobil Terbang
Bertemu Presiden Jokowi, Hyundai Bahas Teknologi Mobil Terbang di Masa Depan
New Hyundai Royale Limited Edition Tampil Megah di GIIAS 2019
Temui Hyundai Motors, Presiden Jokowi Bahas Soal Investasi dan Mobil Listrik
Hyundai Bakal Bangun Pabrik Mobil Listrik di Indonesia

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini