Hingga Agustus 2017, proyek pembangunan fasilitas Blok A Medco EP capai 55 persen

Selasa, 12 September 2017 19:49 Reporter : Saugy Riyandi
Hingga Agustus 2017, proyek pembangunan fasilitas Blok A Medco EP capai 55 persen Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Hingga Agustus 2017, proyek pembangunan fasilitas produksi Blok A milik Medco E&P Malaka di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, telah mencapai 55 persen dari target penyelesaian. Proyek ini melibatkan 63 persen dari pekerja lokal asal Aceh.

Direktur PT Medco E&P Malaka, Eka Satria menjelaskan proyek pembangunan fasilitas produksi Blok A yang dijalankan PT Medco E&P Malaka bersama kontraktornya mendekati tahap penyelesaian dengan berupaya memenuhi target produksi gas di Blok A pada kuartal I-2018.

Eka mengatakan produksi gas yang akan dihasilkan dari blok tersebut akan segera menambah pendapatan Pemerintah Provinsi Aceh dari hasil penjualan gas dan untuk ketenagakerjaan proyek akan beralih dari tenaga kerja proyek ke tenaga kerja operasi produksi yang terampil.

"Tenaga kerja operasi produksi ini diantaranya akan diisi oleh 40 putera puteri Aceh yang sedang mengikuti pelatihan secara magang di ladang-ladang migas Medco E&P di Sumatera Selatan dan Sulawesi," kata Eka dalam keterangannya dikutip merdeka.com, Selasa (12/9).

Ia mengatakan setelah pembangunan fasilitas produksi selesai, proyek Blok A akan membutuhkan pekerja dengan keahlian khusus untuk menjalankan operasi dan fasilitas produksi.

"Perusahaan berharap berbagai pengalaman kerja yang diperoleh di proyek ini dapat menjadi modal masyarakat dalam beraktivitas di berbagai tempat dan dapat menjadi kebanggaan karena telah ikut berkontribusi dalam proyek kebanggaan Aceh," katanya.

Dia menambahkan, secara bersamaan, Medco E&P Malaka terus melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di bidang infrastruktur, seperti pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah dr Zubir Mahmud, berpartisipasi dalam pembangunan Mesjid Agung Darussalihin, ikut serta memperbaiki berbagai jembatan desa dan jalan akses desa.

Selain itu, program pemberdayaan lainnya yang sedang berlangsung berupa peningkatan kapasitas petani dengan program padi SRI Organik, program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan, program penyuluhan, pemeriksaan dan pengobatan bagi masyarakat, program perbaikan rumah masyarakat rentan di Kabupaten Aceh Timur, dan program lainnya.

"Perusahaan berharap, multiplier effect dari beroperasinya proyek ini dapat memberikan peluang baru bagi masyarakat sekitar di antaranya dalam bidang usaha kecil dan menengah," jelasnya.

Dia menambahkan perkembangan positif dalam proyek pembangunan Blok A tersebut juga tidak terlepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan dari berbagai tingkatan.

"Perusahaan juga berharap agar pemangku kepentingan dapat terus mendukung stabilitas keamanan serta iklim investasi agar pengembangan lapangan gas Blok A di Aceh Timur ini dapat selesai sesuai target dan dapat segera memberikan manfaat baik langsung maupun tidak langsung kepada rakyat Aceh," pungkasnya. [sau]

Topik berita Terkait:
  1. Migas
  2. Medco
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini