Harga Tiket Pesawat Mahal, Perum Damri Mulai Rasakan Peningkatan Penumpang Antar Kota

Kamis, 23 Mei 2019 19:30 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Harga Tiket Pesawat Mahal, Perum Damri Mulai Rasakan Peningkatan Penumpang Antar Kota Bus Damri di Parapat Toba. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Mahalnya tiket pesawat membuat banyak orang beralih menggunakan transportasi darat, yaitu bus. Jumlah penumpang bus mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terutama untuk rute antar kota antar provinsi.

Direktur Utama Perum DAMRI, Setia N Milatia Moemin mengakui adanya kenaikan jumlah penumpang bus. Namun kenaikan belum begitu terasa karena periode mudik dan arus balik belum dimulai.

"Tiket pesawat yang melonjak iya memang ada sedikit lonjakan (penumpang bus), tapi belum banyak karena ini Lebaran-nya belum," kata dia dalam acara diskusi di kawasan Matraman, Jakarta, Kamis (23/5).

Untuk hari biasa, dia mengungkapkan kenaikan penumpang sekitar 10 persen. Angka tersebut dipastikan akan meningkat semakin pesat jelang periode mudik Lebaran dan arus balik tahun ini.

"Ada sedikit lonjakan pada permintaan antar kota provinsi ada sekitar 10 persen sudah terjadi kenaikan tapi kami harapkan lebih tinggi lagi karena makin dekati lebaran orang Indonesia kan sukanya last minute lebaran," ujarnya.

Akan tetapi, menurunnya jumlah penumpang pesawat juga membawa dampak buruk bagi perusahaannya. Sebab jumlah penumpang bus Damri rute ke bandara anjlok hampir setengahnya.

"Tapi sejak tiket (pesawat) naik kami mengalami sedikit penurunan di angkutan ke bandara. Salesnya agak turun," keluhnya.

Penurunan jumlah penumpang bus damri rute bandara menurun 30 hingga 40 persen. Namun dari sisi revenue atau pendapatan, kerugian tersebut dapat ditambal dari kenaikan bus antar kota yang naik meski baru 10 persen saja.

"Tapi sekarang sudah mulai naik lagi, sebelum puasa sudah mulai naik lagi. Memang itu terasa pada saat tiket harga mahal sekali mungkin orang pindah moda ya,"

Dia menjelaskan, penurunan jumlah penumpang bus bandara dapat tertutup oleh bus antar kota sebab jumlah armadanya yang berbeda jauh. "Kan jumlah bus kami 3000 an sedangkan bus bandara hanya 390 an, sekitar 400. Kenaikan yang di antar kota bisa menutup penurunan yang di bandara," tutupnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini