Harga pangan tengah mahal, masyarakat kencangkan lagi ikat pinggang
Merdeka.com - Sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan harga. Kenaikan ini sudah terjadi sekitar dua pekan atau menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
Kenaikan ini tidak hanya dikeluhkan pedagang karena menurunnya pendapatan, tapi juga oleh pembeli. Seperti seorang warga Tebet, Diah (33), menuturkan kenaikan harga pokok ini terasa berat. Sebab, dia mesti mengencangkan ikat pinggangnya agar cukup membeli kebutuhan rumah tangganya.
"Iya sekarang semua pada mahal, telur yang tadinya Rp 22.000 per Kg jadi Rp 28.000, itu kerasa banget. Harga naik tapi kan uang belanja saya tetep segitu," ungkapnya saat ditemui di Pasar Tebet, Jakarta, Senin (1/1).
Meski begitu, ibu satu anak ini tetap membeli kebutuhan tersebut. Saat ini dia hanya mengatur strategi dengan uang belanja normal tetap bisa membeli kebutuhan yang naik.
"Saya paling sedikit kurangi saja. Misalnya cabai biasa lima saya pakai 3 atau 4. Ya pinter-pinter ngatur aja lah," ucapnya.
Senada dengan Diah, warga Tebet lannya, Lina (35) juga mengeluh dua minggu ini kebutuhan pokok naik. Terutama cabai dan daging ayam.
"Anak saya kan suka banget makan sama daging ayam, kalau terus naik gini ya kerasa juga di kantong," ujarnya.
Keduanya berharap di 2018 ini kebutuhan pokok tidak ada lagi kenaikan harga. Karena kenaikan ini dinilai tidak hanya memberatkan pedagang tapi juga pembeli.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya