Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga Minyak Goreng Naik, Pendapatan Pedagang Justru Turun

Harga Minyak Goreng Naik, Pendapatan Pedagang Justru Turun Minyak goreng. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Persoalan minyak goreng di tanah air seakan tidak ada habisnya. Pemerintah pun telah berupaya menyelesaikan persoalan ini, dengan cara menetapkan kebijakan HET untuk minyak goreng kemasan yang dibanderol Rp 14.000 per liter.

Namun, itu menyebabkan kelangkaan minyak goreng kemasan di sejumlah ritel modern di berbagai wilayah Indonesia. Menariknya, setelah aturan HET tersebut dicabut, produk-produk minyak goreng kemasan mulai mengisi penuh rak-rak di ritel modern.

Tapi, hal itu berbeda di pasar tradisional. Pedagang di pasar mengaku masih kesulitan memperoleh minyak goreng kemasan, meskipun aturan HET telah dicabut. Salah satunya, Tomi (30) pedagang di Pasar Senen.

“Beli satu dus (minyak goreng) aja susah, barangnya tidak ada kata agen, itu buat langganan pagi doang kalau tidak langganan gak dikasih, saya susah nyarinya,” kata Tomi kepada Liputan6.com, Minggu (19/3).

Tomi mengatakan, saat ini dia hanya menjual stok minyak goreng lama dengan ukuran 2 liter yang dibanderol Rp 35.000. Produk minyak goreng kemasan yang dijualnya merupakan merek yang tidak terlalu terkenal.

Kendati begitu, minyak goreng yang dia tawarkan terbilang cukup murah dibanding ritel modern, namun tetap saja sepi pembeli. “Rp 35.000 2 liter untuk merek tidak terlalu terkenal seperti Resto, sania tidak ada barangnya juga. Saya juga baru-baru ini jarang lakunya karena masih jual barang lama, barang baru tidak ada. Ibu-ibu tidak kuat belinya,” ujarnya.

Lelaki berusia 30 tahun ini mengeluhkan, karena penghasilannya menjadi berkurang akibat sepinya pembeli. Keadaan tersebut sangat berbeda ketika harga minyak goreng normal di kisaran Rp 27.000 per 2 liter.

“Kita penghasilan menjadi berkurang. Kalau dulu iya saat minyak murah Rp 27 ribu per 2 liter, sekarang mana di harga segitu, sekarang (saya jual) Rp 35.000 per 2 liter, saya beli di agen. Itu karena harga lama saja saya jual Rp 35.000 per 2 liter, kalau harga baru saya tidak tahu jual berapa,” pungkasnya.

Sumber: Liputan6

Reporter: Tira Santia

(mdk/ags)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP