Harga Daging Ayam Anjlok, Peternak Minta Pemerintah Turun Tangan
Merdeka.com - Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Solo dalam dua bulan terakhir terus mengalami penurunan. Melimpahnya pasokan diduga menjadi penyebab utama tak stabilnya harga. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa membuat peternak terancam gulung tikar.
Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Pedaging mendesak pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut. Pinsar khawatir jika harga ayam terus anjlok, para peternak akan gulung tikar.
Ketua Pinsar Pedaging Jawa Tengah, Parjuni menerangkan, sekarang ini harga ayam lepas kandang jatuh semua. Harga ayam hidup yang berlaku di pasaran saat ini hanya Rp 15 ribu per kilogram.
"Dengan harga yang hanya Rp 15 ribu itu para pedagang banyak yang merugi. Harga tersebut berada dibawah HPP yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 18.500 per kilogram hidup," kata Parjuni kepada wartawan, Selasa (26/2).
Menurut Parjuni, anjloknya harga ayam mulai terjadi sejak awal tahun 2019. Selain kelebihan pasokan, juga dipicu tidak adanya pengendalian harga yang dilakukan pemerintah.
"Sebenarnya kami sudah minta pemerintah agar menghentikan budidaya yang dilakukan pabrikan. Karena kita sudah ambil bibit dan pakan sama mereka. Tapi kenyataannya mereka juga melakukan pembudidayaan, sehingga menyebabkan over suplay di pasaran," tandasnya.
Jika tuntutan para peternak tersebut tidak dihiraukan, pihaknya mengancam akan menggelar aksi demonstrasi dengan skala nasional.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya