Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hambat Distribusi dan Buat Harga Mahal, Banjir Dipastikan Kerek Inflasi

Hambat Distribusi dan Buat Harga Mahal, Banjir Dipastikan Kerek Inflasi Banjir. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, menyatakan musibah banjir di awal 2020 yang melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya tentu akan berpengaruh terhadap pergerakan inflasi. Besarnya inflasi tergantung seberapa lama banjir bakal berlangsung.

"Banjir tentunya akan berpengaruh. Kalau itu kontinyu, kalau selama banjir ini tidak berpengaruh kepada pasokan dan distribusi, besok akan pulih, itu pengaruhnya tidak akan besar, tapi pasti ada," ujar dia di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (2/1).

Banjir di musim pergantian tahun ini memang banyak menerjang berbagai wilayah Jakarta. Termasuk kantor BPS di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, yang tergenang air setinggi betis kaki pria dewasa.

Oleh karenanya, Suhariyanto berharap, masalah banjir ini bisa segera teratasi sehingga aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal. "Tentunya kita berharap kalau banjir tidak akan keterusan, karena kita harus berjalan kaki terus-terusan. Jadi mudah-mudahan tidak, kita harapkan sudah, sehingga semua musibah ini akan berhenti," kata dia.

Banjir Ganggu Arus Logistik

arus logistikRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Wilayah Jakarta dan sekitarnya tergenang banjir akibat hujan yang mengguyur sejak Selasa malam (31/12) sampai Rabu (1/1) siang. Akibatnya, aktivitas bisnis lumpuh karena berbagai akses lalu lintas terganggu dan pemadaman listrik untuk menghindari korsleting.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, kejadian banjir terimbas terhadap berbagai aktivitas bisnis di Jakarta dan sekitarnya. Termasuk arus logistik juga terganggu, mengingat beberapa kawasan ruas tol juga terkena banjir.

"Hari libur tahun baru seperti ini biasanya omzet restoran, kafe, pusat perbelanjaan termasuk UKM di tempat tujuan wisata biasanya naik, namun dengan banjir ini praktis omzet menurun," kata Sarman melalui keterangan resminya, Rabu (1/1).

Sarman berharap banjir bisa cepat surut, sehingga dalam sisa waktu liburan sampai tanggal 5 Januari geliat ekonomi bisa bergairah kembali.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP