Gunakan Dana SBSN Rp123 Miliar, Jembatan Wear Arafura Tingkatkan Konektivitas Indonesia Timur dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Jembatan Leta Oar Ralan memiliki panjang 322,80 meter dan lebar 10 meter. Jenis konstruksi pondasi menggunakan tiang pancang baja 600 mm.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Gunakan Dana SBSN Rp123 Miliar, Jembatan Wear Arafura Tingkatkan Konektivitas Indonesia Timur dan Dongkrak Ekonomi Lokal
Gunakan Dana SBSN Rp123 Miliar, Jembatan Wear Arafura Tingkatkan Konektivitas Indonesia Timur dan Dongkrak Ekonomi Lokal (Merdeka.com)

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong pembangunan infrastruktur, terlebih di daerah pinggiran. Salah satunya melalui pembangunan jembatan Wear Arafura yang saat ini masih berfungsi optimal dan telah menjadi ikon kebanggaan masyarakat Tanimbar.

Pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan, yang juga dikenal sebagai Jembatan Wear Arafura menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp123,07 miliar. Waktu pelaksanaan sejak Desember 2016 dan selesai pada November 2018, jembatan ini menjadi simbol kemajuan infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia bagian timur.

Jembatan Leta Oar Ralan memiliki panjang 322,80 meter dan lebar 10 meter. Jenis konstruksi pondasi menggunakan tiang pancang baja 600 mm, sementara bangunan atas menggunakan konstruksi beton pracetak prategang.

Dengan panjang 322,80 meter dan lebar 10 meter, Jembatan ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp123,07 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Ir. Satrio Sugeng Prayitno, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI Ambon, memiliki peran strategis dalam mengawal pelaksanaan proyek ini hingga selesai.

Direktur Eksekutif Research Oriented Development Analysis (RODA) Institute, Ahmad Rijal Ilyas mengatakan, kehadiran Jembatan Wear Arafura memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi lokal.

"Tujuan utama dari pembangunan jembatan ini untuk membuka isolasi wilayah dan meningkatkan efisiensi transportasi yang selama ini sangat bergantung pada penyeberangan tradisional. Dengan adanya jembatan ini, terbukti bukan hanya distribusi logistik, tapi akses pendidikan dan layanan kesehatan juga meningkat pesat," ucapnya dikutip di Jakarta, Rabu (28/5).

Fungsi Utama Jembatan

Fungsi utama Jembatan Wear Arafura kini dirasakan langsung oleh masyarakat. Petani dan nelayan lebih mudah membawa hasil panen dan tangkapan mereka ke pasar. Anak-anak sekolah tidak lagi bergantung pada cuaca laut untuk menyeberang ke sekolah.

Selain itu, jembatan ini telah mendorong investasi baru, termasuk pembangunan pasar dan penginapan, yang memperkuat potensi wisata bahari di sekitar wilayah tersebut.

Menurut Kementerian PUPR, proyek ini merupakan bagian dari program Nawacita yang bertujuan membangun Indonesia dari pinggiran.

Hingga kini, jembatan Wear Arafura masih berfungsi optimal dan telah menjadi ikon kebanggaan masyarakat Tanimbar. Pemerintah daerah secara rutin melakukan pemeliharaan ringan dan mempromosikan jembatan ini sebagai bagian dari paket wisata terpadu di kawasan tenggara Maluku.

Rekomendasi