Gubernur Papua: Ekonomi Papua 2025 Tumbuh 4,21 Persen, Tunjukkan Ketahanan Daerah

Gubernur Papua Mathius Fakhiri mengungkapkan bahwa Ekonomi Papua 2025 mencatat pertumbuhan impresif 4,21 persen, tertinggi di wilayah Papua, didukung inflasi yang terkendali.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Papua: Ekonomi Papua 2025 Tumbuh 4,21 Persen, Tunjukkan Ketahanan Daerah
Gubernur Papua Mathius Fakhiri mengungkapkan bahwa Ekonomi Papua 2025 mencatat pertumbuhan impresif 4,21 persen, tertinggi di wilayah Papua, didukung inflasi yang terkendali. (AntaraNews)

Kinerja ekonomi Papua 2025 menunjukkan tren positif yang signifikan, terutama pada triwulan III. Provinsi Papua berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,21 persen, sebuah angka yang menempatkannya sebagai yang tertinggi di antara wilayah Papua lainnya. Angka ini menjadi bukti nyata ketahanan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Gubernur Mathius Fakhiri menggarisbawahi bahwa capaian ini sangat krusial dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Fluktuasi ekonomi nasional dan internasional tidak menghalangi Papua untuk menunjukkan performa yang solid. Ini menunjukkan fondasi ekonomi yang semakin kuat dan adaptif.

Selain pertumbuhan yang membanggakan, stabilitas harga juga menjadi kunci keberhasilan ekonomi Papua 2025. Inflasi di Papua berhasil dijaga pada level 2,51 persen secara tahunan (year on year), jauh di bawah rata-rata nasional. Bahkan, inflasi bulanan pada November 2025 hanya tercatat sebesar 0,08 persen, yang sangat membantu menjaga daya beli masyarakat.

Pengendalian inflasi ini memiliki dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, memastikan bahwa harga-harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. "Capaian tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang masih berfluktuasi," kata Gubernur Fakhiri.

Meskipun capaian ekonomi Papua 2025 patut diapresiasi, pemerintah daerah juga menyoroti beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah prevalensi stunting yang masih berada di angka 28,6 persen, meskipun angka harapan hidup masyarakat Papua telah mencapai 70,77 tahun. Kondisi ini menjadi perhatian serius dan memerlukan intervensi program yang terarah dari pemerintah.

Menyongsong tahun 2026, Pemerintah Provinsi Papua telah menetapkan visi pembangunan ambisius: “Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni”. Visi ini menjadi panduan dalam merancang berbagai program strategis untuk kemajuan daerah. Prioritas utama mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penurunan angka kemiskinan.

Selain itu, penguatan perlindungan sosial dan pemantapan keamanan daerah juga menjadi fokus penting dalam agenda pembangunan. Pemerintah juga berkomitmen pada pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Papua, serta penguatan ekonomi rakyat yang berbasis pada potensi lokal yang melimpah.

Gubernur Fakhiri menyatakan optimisme tinggi terhadap masa depan Papua. "Kami optimistis dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Papua akan terus melangkah maju menuju kesejahteraan masyarakat yang lebih merata,” ujarnya. Harapan ini didasarkan pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi