Genjot Ekonomi Lokal: Rp1,2 Triliun Anggaran Program Padat Karya Jalan dan Jembatan 2025 Kementerian PU Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja
Kementerian PU menggenjot Program Padat Karya Jalan dan Jembatan 2025 dengan anggaran Rp1,2 triliun, menyerap puluhan ribu tenaga kerja dan dorong ekonomi lokal. Simak dampaknya!
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara agresif melanjutkan Program Padat Karya Jalan dan Jembatan pada tahun 2025. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mewujudkan Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa program ini tidak hanya fokus pada hasil fisik infrastruktur. Namun juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat lokal.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,2 triliun, program ini tersebar di 1.059 lokasi. Ini diharapkan dapat membuka ribuan lapangan kerja baru di berbagai wilayah Indonesia.
Strategi Pembangunan Berdampak Ekonomi Lokal
Menteri Dody Hanggodo menekankan bahwa program padat karya adalah instrumen krusial. "Program ini adalah instrumen penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Keterlibatan warga setempat dalam setiap proyek pembangunan menjadi kunci utama. Hal ini secara langsung membuka lapangan kerja dan mengurangi tingkat pengangguran.
Selain itu, peningkatan daya beli masyarakat juga menjadi salah satu target utama dari program ini. Ini berkontribusi pada penguatan ekonomi di tingkat regional.
Kementerian PU berkomitmen melanjutkan program infrastruktur kerakyatan ini. Program ini dilaksanakan oleh seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Alokasi Anggaran dan Progres Penyerapan Tenaga Kerja
Untuk tahun anggaran 2025, Kementerian PU telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 triliun. Dana ini khusus ditujukan untuk pekerjaan Program Padat Karya Jalan dan Jembatan.
Anggaran tersebut akan disalurkan untuk 1.059 lokasi proyek di seluruh Indonesia. Proyek-proyek ini meliputi pemeliharaan jalan dan jembatan berskala kecil.
Data e-Monitoring Kementerian PU per 24 September 2025 menunjukkan progres signifikan. Progres fisik program telah mencapai 62,1 persen dari target yang ditetapkan.
Penyerapan tenaga kerja juga sangat positif, dengan 43.628 orang telah terlibat. Jumlah ini setara dengan 2.909.075 Hari Orang Kerja (HOK) yang telah terealisasi.
Rincian Pekerjaan di Bidang Jalan dan Jembatan
Pekerjaan Program Padat Karya Jalan mencakup pemeliharaan rutin seperti pembersihan median jalan. Selain itu, pengecatan marka jalan dan perbaikan ringan juga menjadi fokus utama.
Progres fisik untuk pekerjaan jalan ini telah mencapai 63,78 persen. Sebanyak 33.052 tenaga kerja telah terserap dalam berbagai kegiatan tersebut.
Pemeliharaan rutin kondisi jalan juga menunjukkan kemajuan 43,96 persen dengan serapan 244 tenaga kerja. Pekerjaan penunjang jalan (holding) mencapai 62,56 persen, menyerap 23 tenaga kerja.
Di bidang jembatan, pemeliharaan rutin seperti pengecatan rangka jembatan telah mencapai 57,9 persen. Sebanyak 9.674 tenaga kerja telah terserap dari target 12.180 orang.
Tambahan kegiatan padat karya kontraktual juga terus berjalan dengan progres 33,41 persen. Kegiatan ini berhasil menyerap 635 tenaga kerja tambahan.
Sumber: AntaraNews