Garuda Indonesia segera terbangkan pesawat badan lebar ke Jayapura
Merdeka.com - Maskapai penerbangan, Garuda Indonesia akan menerbangkan pesawat berbadan lebar alias wide body sekelas Airbus 330 atau Boeing 777 ke Jayapura pada Januari atau Februari 2017 mendatang.
Direktur Utama Garuda Indonesia, M Arif Wibowo mengatakan, pengoperasian pesawat berbadan lebar tersebut merupakan salah satu ekspansi bisnis yang akan dilakukan tahun depan, yaitu salah satunya pengembangan di Wilayah Timur. Ini juga dilakukan untuk mendukung sektor pariwisata, yaitu meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia serta wisatawan domestik.
"Artinya kita fokus penerbangan international itu mendorong 'inbound tourism' (pariwisata ke dalam negeri), untuk domestik itu yang didorong wilayah Timur Indonesia, termasuk di dalamnya merencanakan di Jayapura menggunakan wide body (pesawat berbadan lebar)," katanya seperti ditulis Antara, Jumat (9/12).
Menurut dia, kapasitas angkut tersebut harus ditingkatkan karena saat ini dengan menggunakan pesawat berbadan sempit (narrow body), yaitu Boeing 737, tingkat keterisiannya (load factor) sudah mencapai 85 persen.
Terkait kesiapan infrastruktur, Arif mengatakan Bandara Jayapura sudah siap dilandasi oleh pesawat berbadan lebar Airbus 330.
Dengan menerbangkan pesawat berbadan lebar ke Jayapura, dia menyebutkan kapasitas angkutan akan naik dari 160 penumpang menjadi 222 penumpang. "Upaya ini untuk diferensiasi produk Garuda juga di domestik untuk mempertahankan market leader (pemimpin pasar) di layanan premium," katanya.
Di lain hal, ekspansi pasar di wilayah Timur juga akan dilakukan oleh anak perusahaannya, yaitu Citilink Indonesia yang akan menjadikan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebagai bandara pengumpul (hub).
Arif mengatakan, ekspansi bisnis tersebut merupakan salah satu upaya meraih target pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 14,7 persen menjadi 40 juta penumpang Garuda dan Citilink dari 2016 yaitu sekitar 33 juta penumpang.
Garuda Indonesia masih mengandalkan pasar China dan Timur Tengah sebagai penggerak pendapatan karena secara ekonomi pertumbuhannya cepat dan potensial. Dia menargetkan, pasar China naik 50,8 persen, Timur Tengah 21 Persen, domestik wilayah Timur 12 persen dan domestik wilayah Barat sembilan persen.
Bahkan, untuk penerbangan carter ke China, pihaknya sudah mendapatkan 4.200 jam setahun.
"Untuk Eropa kita maintain (pertahankan) pasarnya dan Asia itu India, kita akan bukan Mumbai dari Bangkok, apabila sudah bagus dua bulan ke depan mungkin akan direct flight (penerbangan langsung)," katanya.
Seiring dengan lolosnya standar keselamatan dari Otoritas Penerbangan Sipil Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA) Kategori 1, Garuda Indonesia juga tengah mengupayakan pembukaan rute ke kota-kota di Negeri Paman Sam itu.
Namun, rencana ini masih terganjal hak angkut kelima (Fifth Freedom Traffic Rights) oleh Pemerintah Jepang karena akan transit di Bandara Narita.
"Kami maunya tiga kali seminggu, tapi saat ini baru dua, lebih baik tahan dulu, kami bernegosiasi lagi supaya dapat tiga atau tujuh kali seminggu, itu lebih bagus," katanya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya