Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Garuda Indonesia Rugi Rp1,6 Triliun di Kuartal I-2023

Garuda Indonesia Rugi Rp1,6 Triliun di Kuartal I-2023 Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Garuda Indonesia mencatatkan rugi bersih sebesar USD 110,03 juta atau sekitar Rp1,6 triliun di kuartal I-2023. Nilai rugi bersih ini turun sebesar 50,91 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai USD 224,14 juta.

Adapun pencatatan rugi bersih pada tahun kinerja berjalan ini dipengaruhi oleh penerapan standar akuntansi PSAK 73 yang mengatur tentang pembukuan transaksi sewa pada beban operasi.

"Terlepas dari adanya penerapan PSAK tersebut, Garuda Indonesia secara fundamen operasional kinerja terus mencatatkan kinerja yang positif. Hal ini terlihat dari sejumlah indikator penting pada kinerja usaha baik dari sisi EBITDA, cash flow hingga peningkatan trafik penumpang," ucap Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/5).

Periode yang sama, Garuda Indonesia meraup pendapatan USD 602,99 juta atau setara Rp8,86 triliun di kuartal I-2023. Capaian tersebut meningkat tajam jika dibandingkan dengan kuartal I-2022 yang hanya mampu mengumpulkan pendapatan USD 350,15 juta.

Irfan menyebut, pertumbuhan pendapatan disumbang adanya peningkatan trafik penumpang. Setidaknya Garuda Indonesia Group mencatat pada Kuartal 1-2023 ada 4,5 juta penumpang. Jumlah tumbuh sekitar 60 persen jika dibandingkan periode yang sama pada Kuartal 1-2022 sebesar 2,7 juta penumpang.

"Pertumbuhan pendapatan usaha Garuda Indonesia pada Kuartal 1-2023 ini menjadi outlook positif tersendiri bagi kinerja usaha di sepanjang tahun 2023," kata Irfan dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (4/5).

Irfan menjelaskan, pertumbuhan pendapatan usaha Garuda Indonesia di kuartal perdana tahun ini ditunjang oleh capaian pendapat penerbangan berjadwal. Nilainya mencapai USD 506,82 juta atau yang tumbuh sebesar 87 persen. Kemudian komposisi pendapatan lainnya yang tumbuh sebesar 50 persen menjadi USD 83,35 juta pada tiga bulan pertama di tahun 2023 ini.

Hingga Maret 2023, Garuda Indonesia turut mencatatkan pertumbuhan EBITDA hingga 92 persen yakni menjadi USD 71 juta. Angka ini membaik dibandingkan dengan EBITDA pada periode yang sama di tahun 2022 sebesar USD 37 juta.

Irfan mengatakan, di tengah periode awal tahun yang dikenal sebagai periode low season bagi sektor industri penerbangan, Garuda Indonesia berhasil mencatatkan kinerja solid pada pendapatan usahanya dengan kinerja operasional yang semakin komprehensif melalui pembukuan arus kas positif (cash flow). Perusahaan berhasil mencatatkan komposisi pencatatan kas masuk yang lebih besar dibandingkan beban operasi.

"Capaian ini menjadi langkah berkesinambungan dan awal transformasi kinerja yang secara konsisten menunjukan outlook positif dari upaya perbaikan kinerja usaha yang terus dilakukan secara berkelanjutan,” kata dia.

Hal ini juga menjadi tindak lanjut dari dirampungkannya tahapan restrukturisasi perusahaan pada tahun 2022 lalu. Atas capaian restrukturisasi tersebut Garuda Indonesia secara kinerja operasi juga membukukan kinerja positif dalam kaitan laba usaha yang turut dikontribusikan oleh pencatatan laba buku hasil restrukturisasi.

Garuda Bayar Tagihan Utang Rp255 Juta

Pada akhir Maret 2023 lalu, Irfan mengatakan Garuda Indonesia  telah menyelesaikan pemenuhan kewajiban terhadap kreditur yang termasuk dalam klasifikasi kreditur dengan nilai tagihan hingga Rp255 juta. Pemenuhan kewajiban tersebut sejalan dengan Perjanjian Perdamaian PKPU yang sebelumnya telah disahkan melalui putusan homologasi PN Jakarta Pusat, dan dalam implementasinya turut diselaraskan dengan fokus misi transformasi yang berjalan. 

Penyelesaian kewajiban Garuda Indonesia tersebut telah dirampungkan terhadap 254 kreditur yang memiliki nilai tagihan hingga Rp255 juta. Adapun total nilai tagihan yang dibayarkan mencapai hingga Rp15,43 miliar. 

"Dirampungkannya pemenuhan kewajiban Garuda Indonesia terhadap kreditur dengan nilai tagihan hingga Rp255 juta tersebut menjadi penanda penting atas capaian akselerasi kinerja usaha yang semakin solid," kata dia. 

Pembayaran utang ini menjadi wujud Garuda Indonesia menjalankan misi transformasi menjadi entitas bisnis yang semakin agile dan adaptif serta memenuhi kewajiban usahanya kepada seluruh kreditur. Hal tersebut akan terus diselaraskan dengan komitmen terhadap kreditur sebagai bagian dari implementasi perjanjian perdamaian. 

Apalagi Perusahaan juga telah membukukan ketersediaan sinking fund yang proporsional sebesar USD61 juta hingga akhir Kuartal I-2023. Ini juga berkaitan dengan pemenuhan kewajiban usaha seperti yang tertuang dalam Perjanjian Perdamaian PKPU. 

"Secara bertahap kami juga berupaya mengakselerasikan pemenuhan kewajiban usaha untuk kreditur dengan klasifikasi lainnya selaras terhadap komitmen implementasi perjanjian perdamaian dapat terus berjalan on the track sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai bersama," kata dia mengakhiri.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP