Garuda Indonesia diminta fokus tingkatkan penerbangan haji dan umrah
Merdeka.com - Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo meminta Garuda Indonesia menutup rute-rute penerbangan internasional yang tidak menguntungkan, dan fokus untuk menggarap penerbangan haji dan umrah.
"Rute-rute yang rugi dipertimbangkan untuk ditutup. Kemudian fokus kepada umrah dan haji, karena itu market paling besar. Bagaimana skema pembiayaan dll itu yang perlu dilihat," ujar dia dalam acara peringatan ulang tahun Taspen di Jakarta, Minggu (22/4).
Menurut Gatot, pasar untuk penerbangan haji dan umroh di Indonesia mencapai 1,2 juta penumpang. Namun sayangnya selama ini penerbangan tersebut didominasi maskapai lain.
"Karena selama ini marketnya banyak dipegang airlines lain. Fokus kita target market untuk umroh 1 juta orang, haji 200 ribuan orang. Jadi itu market yang luar biasa. Tinggal Garuda mau memanfaatkan atau tidak," imbuhnya.
Untuk itu, Kementerian BUMN terus memantau kinerja Garuda setiap dua pekan, guna melihat perkembangan bisnis maskapai tersebut. Diharapkan, Garuda Indonesia tak lagi mengalami kerugian pada tahun ini, mengingat maskapai pelat merah tersebut mengalami kerugian sebesar Rp 2,88 triliun pada 2017 lalu.
"Kita harapkan tidak rugi (tahun ini). Kita memantau tiap bulan bahkan tiap dua minggu, kita pantau kinerja dan sistem yang ada di dalamnya. Supaya mereka bisa fokus pada rute yang tidak rugi," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya