Fokus Utama Wishnutama Sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Rabu, 23 Oktober 2019 16:48 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Fokus Utama Wishnutama Sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sertijab wishnutama. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Wishnutama Kusbandio resmi dilantik sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 menggantikan Arief Yahya. Dia mengatakan akan fokus meningkatkan krreativitas dan daya tarik pariwisata Indonesia.

Presiden Jokowi secara khusus telah meminta dirinya untuk meningkatkan devisa dari sektor pariwisata. Oleh karena itu, industri wisata RI harus ditingkatkan kualitasnya tidak hanya destinasi namun juga kualitas SDM serta wisatawan itu sendiri.

Dia menjelaskan salah satu cara meningkatkan daya tarik wisata dalam negeri adalah dengan menggelar event-event atau festival yang berkesan. Event wisata tersebut dibuat sedikit namun berkualitas sehingga mampu menggaet wisatawan asing untuk berkunjung.

"Event itu harus dipikirkan, tidak sekadar banyak sehingga membuat wisatawan ingin datang lagi. Wisatawan juga harus berkualitas dalam artian pengeluarannya," kata Wishnutama usai mengikuti Upacara Serah Terima Jabatan, di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta, Rabu (23/10).

Namun dia menegaskan bukan berarti akan memangkan event yang saat ini sudah ada dalam Calendar of Event yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun setiap acara atau destinasi harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Dia menyatakan kinerja Arief Yahya selaku menpar sebelumnya sudah baik. Sehingga dirinya melanjutkan beberapa program yang telah ada. Serta dilengkapi beberapa kebijakan lanjutan yang matang.

"Saya harus pelajari dulu semuanya sehingga saya tahu harus bagaimana. Tapi yang pasti apa yang dilakukan Pak Arief sangat luas biasa makanya tanggung jawab saya makin berat. Tentu saya melanjutkan apa yang sudah ada. Mempercepat, memperbaiki, dan meningkatkan dengan pemikiran lain yang berbeda," ujarnya.

Selain itu, pariwisata Indonesia juga harus mampu bersaing di kancah internasional. Namun pengelolaannya tetap mengacu pada kearifan lokal. "Kemampuan kreativitas kita harus lebih baik. Daya tarik itu kita ciptakan. Merawat pemberian Tuhan, mengolah destinasi menjadi penopang kreativitas wisata," tutupnya. [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini