Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution secara tegas meminta para petani untuk terus menjaga dan melestarikan kawasan hutan. Permintaan ini disampaikan mengingat kontribusi signifikan hutan terhadap perekonomian daerah. Pernyataan tersebut disampaikan Bobby dalam Lokakarya Perhutanan Sosial dan Temu Usaha Kelompok Tani Hutan yang berlangsung di Medan, Sumut, pada Rabu (10/9).
Dalam kesempatan tersebut, Bobby Nasution menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petani hutan. Beliau berterima kasih atas peran aktif mereka dalam menjaga stabilitas ekonomi Sumut melalui pengelolaan hasil hutan. Kawasan hutan di Sumatera Utara, menurutnya, memiliki potensi besar untuk terus memutar roda perekonomian wilayah.
Lebih lanjut, Gubernur Bobby Nasution menyoroti beberapa hasil alam spesifik yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara optimal. Salah satunya adalah kemenyan, yang selama ini belum tergarap maksimal di dataran tinggi Sumatera Utara. Selain itu, kawasan hutan mangrove di pesisir timur Kabupaten Batu Bara juga menarik perhatian khusus karena potensi luar biasa yang dimilikinya.
Advertisement
Advertisement
Potensi Ekonomi Hutan Sumatera Utara yang Belum Tergali
Salah satu komoditas alam unggulan di Sumatera Utara yang disebut Gubernur Bobby Nasution adalah kemenyan. Potensi kemenyan yang berada di kawasan hutan dataran tinggi Sumatera Utara, selama ini belum dikembangkan secara optimal. Padahal, menurut Bobby, “Fungsi kemenyan lebih dari yang kita tahu selama ini, bahwa kemenyan bisa membuat perekonomian kita terbang.”
Selain kemenyan, kawasan hutan mangrove di pesisir timur Kabupaten Batu Bara juga menjadi sorotan. Kawasan ini memiliki potensi luar biasa jika dikembangkan secara optimal. Bobby Nasution bahkan menyebutkan keunikan mangrove tersebut, “Mangrove ini jadi tempat persinggahan kawanan burung. Mereka bermigrasi, terbang keliling ke 24 negara setiap tahun. Saya harap ini dapat perhatian khusus pemerintah pusat.”
Pengembangan potensi alam ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat posisi Sumatera Utara dalam peta ekonomi nasional. Perhatian khusus dari pemerintah pusat diharapkan dapat mempercepat realisasi potensi besar yang dimiliki hutan Sumut, termasuk dalam program Perhutanan Sosial Sumatera Utara.
Advertisement
Advertisement
Akses Permodalan dan Perhutanan Sosial untuk Kesejahteraan Petani
Gubernur Bobby Nasution juga menyoroti pentingnya akses permodalan bagi petani hutan. Beliau meminta Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni untuk memfasilitasi akses layanan perbankan atau permodalan bagi para petani di kawasan hutan. Akses ini dinilai akan sangat membantu masyarakat Sumatera Utara, khususnya para petani yang mengelola hutan.
“Mungkin (petani, red) ada lahannya, mengelola hutan bisa, tapi modalnya mana. Kalau kita berikan akses ke lembaga keuangan dengan kebijakan pak menteri, ini sangat membantu masyarakat Sumut,” tutur Bobby. Permintaan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung petani dalam mengembangkan usaha mereka dan memaksimalkan potensi hutan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa program Perhutanan Sosial di Sumatera Utara telah mencapai luasan 113 ribu hektare. Tercatat, di Sumut terdapat total 251 unit Surat Keputusan (SK) perhutanan sosial yang telah diterbitkan, melibatkan sekitar 25 ribu kepala keluarga. Raja Antoni menambahkan, “Masih ada 400 ribu hektare lagi yang berpotensi kita berikan SK kepada masyarakat.”
Advertisement
Menhut menegaskan bahwa prinsip dasar perhutanan sosial adalah upaya pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi. Beliau juga menyatakan bahwa mustahil menjaga hutan jika masyarakat tidak sejahtera. Oleh karena itu, pihaknya berupaya memaksimalkan fungsi program sosial dengan memberikan akses terhadap modal serta pasar, demi keberlanjutan Perhutanan Sosial Sumatera Utara.
Sumber: AntaraNews