Fakta 1.200 Ton Beras Turun Mutu: Bapanas Pastikan Kualitas Beras Bulog Bantuan Pangan Tetap Layak Konsumsi

Meskipun sempat ditemukan 1.200 ton beras Bulog turun mutu di Maluku Utara, Bapanas menjamin Kualitas Beras Bulog untuk bantuan pangan tetap prima dan layak dikonsumsi. Bagaimana penjelasannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta 1.200 Ton Beras Turun Mutu: Bapanas Pastikan Kualitas Beras Bulog Bantuan Pangan Tetap Layak Konsumsi
Meskipun sempat ditemukan 1.200 ton beras Bulog turun mutu di Maluku Utara, Bapanas menjamin Kualitas Beras Bulog untuk bantuan pangan tetap prima dan layak dikonsumsi. Bagaimana penjelasannya? (Merdeka.com)

Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara tegas memastikan bahwa seluruh bantuan pangan berupa beras dari Perum Bulog akan disalurkan dalam kondisi baik. Jaminan ini berlaku untuk periode penyaluran Oktober hingga November 2025 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, di Jakarta pada Senin lalu. Penegasan ini muncul setelah adanya temuan 1.200 ton beras Bulog yang mengalami penurunan mutu di gudang Maluku Utara.

Arief menekankan bahwa meskipun ada sebagian beras yang memerlukan proses ulang atau kontrol kualitas, hasil akhirnya harus tetap layak konsumsi. Tanggung jawab penuh atas kualitas beras berada di tangan pimpinan wilayah, cabang, dan kepala gudang.

Penanganan Kualitas Beras Bulog dan Tanggung Jawab Regional

Arief mengakui bahwa penyimpanan beras dalam jangka waktu tertentu dapat mempengaruhi kualitasnya, terutama stok lama dari tahun 2024 berpotensi mengalami penurunan mutu. Hal ini menjadi perhatian utama dalam menjaga pasokan beras nasional.

Untuk mengatasi hal ini, Bulog menerapkan serangkaian perawatan rutin guna memastikan kualitas beras tetap terjaga. Proses seperti fumigasi, pembersihan menggunakan blower, dan proses ulang (reprocessing) dilakukan secara berkala di gudang-gudang penyimpanan.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan beras tetap memenuhi standar kelayakan konsumsi sebelum disalurkan kepada masyarakat. Kepala Bapanas juga menekankan pentingnya pengawasan ketat di setiap gudang Bulog.

Ia juga menegaskan bahwa pimpinan wilayah, pimpinan cabang, dan kepala gudang bertanggung jawab penuh atas kondisi barang. "Kalau ada beras rusak, tanggung jawab ada di pimpinan wilayah, pimpinan cabang, dan kepala gudang. Setiap hari keluar masuk gudang, masa tidak tahu kondisi barang?" ucap Arief.

Program Bantuan Pangan dan Peningkatan Standar Kualitas Nasional

Pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Bantuan ini ditujukan kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Penyaluran akan berlangsung selama periode Oktober hingga November 2025 sebagai bagian dari 17 paket kebijakan ekonomi yang akan diterapkan. Kebijakan ini bertujuan utama meringankan beban pengeluaran rumah tangga miskin dan rentan.

Selain itu, inisiatif ini juga memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga serta mendukung upaya pengendalian inflasi nasional. Bapanas juga menekankan pentingnya pengawasan bersama agar target penyaluran 1,5 juta ton beras sepanjang tahun bisa tercapai, dengan sekitar 1 juta ton masih harus dikeluarkan hingga akhir tahun.

Dalam upaya menjaga kualitas beras nasional, Bapanas mendorong peningkatan proses panen dan pascapanen di dalam negeri. Salah satu standar penting yang harus dipenuhi adalah kadar air maksimal 14 persen sebelum beras digiling dan disimpan. Temuan beras turun mutu di Maluku Utara akan segera diproses ulang, dan langkah serupa akan diterapkan di seluruh wilayah terpencil untuk menjamin kualitas.

Komitmen Bapanas dan Bulog dalam menjaga kualitas beras bantuan pangan ini menjadi krusial. Ini tidak hanya memastikan masyarakat menerima haknya, tetapi juga mendukung stabilitas pangan nasional dan kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi