Faisal Basri terus desak pemerintah salurkan logistik lewat laut
Merdeka.com - Ekonom senior Faisal Basri terus mendesak pemerintah untuk memanfaatkan keberadaan laut dalam pendistribusian barang logistik. Menurutnya, ongkos yang dikeluarkan negara akan jauh lebih hemat bila dapat mengelola laut sebagai jalur logistik ketimbang darat.
"Let's start dari fakta bahwa 90 persen barang di Indonesia diangkut pakai truk yang membuat ongkos logistik mahal. Karena ongkos truk itu 10 kali lebih mahal daripada laut," ungkap Faisal Basri di Jakarta, Selasa (31/7).
Dia mengatakan, meminimalisir ongkos logistik via jalur laut merupakan kunci agar Indonesia semakin berdaya saing. "Caranya, supaya kita berdaya saing adalah mengurangi ongkos logistik yang mahal itu dengan semakin banyak barang diangkut pakai laut yang sekarang cuman 10 persen," sambungnya.
Namun begitu, dia menyayangkan sektor pelabuhan sebagai titik awal jalur laut kini masih belum banyak diperhatikan. Hal itu, turut menyebabkan perbedaan harga barang yang sangat tinggi antar pulau.
"Istri saya kemarin dari Sumatera, sudah enak banget durian yang harganya Rp 30 ribu. Coba di sini (Jawa), Rp 150 ribu paling murah. Karena diangkutnya pakai truk," keluhnya.
"Kenapa jeruk dari China murah, soalnya diangkutnya pakai kapal," Faisal menambahkan.
Selain itu, dia pun mencibir negara yang penyaluran barangnya 90 persen masih memakai darat. Padahal, tambahnya, Indonesia adalah negara yang wilayah lautnya lebih dominan.
"Ini kita negara maritim, tapi 90 persen barang diangkut pakai truk. Walaupun LPI (Logistics Performance Index) kita naik lumayan bagus, tapi tetap saja kalah dengan Vietnam, Malaysia, Thailand," tutur dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya