Ekosis Diharapkan Genjot Sektor Agribisnis di Indonesia

Selasa, 7 Juli 2020 13:41 Reporter : Merdeka
Ekosis Diharapkan Genjot Sektor Agribisnis di Indonesia Pertanian. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Chief Marketing officer Ekosis.id, Ranggi Muharam mengatakan, pihaknya terus mendukung perdagangan yang adil di industri agribisnis dan menciptakan kesejahteraan para pelaku usaha agribisnis. Salah satunya melalui platform digital Ekosis.

Dia menjelaskan, potensi agribisnis Indonesia di dunia sangat bervariasi, Indonesia berada diurutan ke lima Gross Domestic Produk (GDP) dunia untuk sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan. Sayangnya, banyak petani dan nelayan di Indonesia kurang sejahtera, di mana rata-rata pendapatan mereka Rp1,36 juta dan juga karena dinilai kurang menghasilkan. Sehingga jumlah petani dan nelayan Indonesia semakin hari semakin menurun.

"Maka dari itu kita membuat suatu platform digital Ekosis, alasan kami menciptakan ekosis ingin menciptakan satu inovasi di bidang teknologi digital yang bisa membantu industri agribisnis di Indonesia terciptanya perdagangan yang adil dan transparan," kata Ranggi dalam Webinar KUKM Pertanian Menembus Pasar E-commerce, Selasa (7/7).

Ekosis merupakan sebuah platform ekosistem agribisnis terintegrasi yang menghubungkan Petani dan Nelayan Produsen (Petani dan Nelayan) and Pembeli (Perusahaan atau Industri), untuk bertemu dan bertransaksi secara adil dan transparan.

Serta menghubungkan industri lain yang mendukung ekosistem agribisnis, antara lain jasa angkutan yang membantu distribusi produk, jasa keuangan yang menyediakan akses permodalan, sarana dan prasarana yang menyediakan fasilitas pendukung untuk membantu kebutuhan produksi, dan jasa manajemen kualitas yang menjamin kualitas produk dalam kondisi yang baik.

"Pembeli dapat mengetahui informasi keterlacakan produk agri yang dibeli dari petani atau nelayan, seperti tanggal panen/tangkap, nama petani/nelayan, lokasi panen/tangkap, jenis produk agri, dan teknik tanam/tangkap," imbuhnya.

Dia mengatakan, menurunnya potensi agribisnis di Indonesia dikarenakan beberapa problematika yang dialami oleh petani, nelayan, maupun di tingkat industrinya. Untuk petani dan nelayan, sulitnya akses pasar, akses permodalan, terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana produksi, bingung akan mengirim produk, transaksi yang tidak transparan, serta kurangnya pengetahuan petani dan nelayan akan kualitas produk yang baik.

Baca Selanjutnya: Sementara untuk industri agribisnis yakni...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Digital
  3. Pertanian
  4. Petani
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini