Ekonomi syariah harusnya jadi lokomotif perekonomian
Merdeka.com - Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Ahmad Satori Ismail mengingatkan pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia. Menurutnya perbankan syariah masih belum mendapatkan hati di masyarakat.
Dalam pandangannya, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia makin ke arah positif. Bahkan, perekonomian dan keuangan syariah disinyalir dapat menjadi lokomotif perekonomian Indonesia.
"Ekonomi syariah seharusnya bisa menjadi lokomotif perekonomian, apalagi saat ini untuk bisnis perbankan sudah sangat menjanjikan,” kata Satori di Jakarta, Senin (26/).
Menurutnya, tidak sedikit bisnis perbankan yang mulai melirik sistem ekonomi syariah. "Banyak bank konvensional yang membuka pintu untuk sistem syariah, karena tidak akan rugi," kata Satori lagi.
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mengaku bahwa potensi ekonomi Syariah di Indonesia sangat besar. Alasannya, mayoritas penduduk di negara ini beragama muslim. "Ini akan jadi kekuatan tersendiri," kata Nailul.
Nailul mengatakan bahwa tantangan penerapan ekonomi syariah terletak pada sektor penting seperti perdagangan yang menyerap banyak tenaga kerja dan pendorong perekonomian. Nailul menyarankan pemerintah harus mengembangkan perbankan syariah terlebih dahulu kemudian menggerakkan perdagangan.
Oleh karena itu, Nailul menyambut baik hasil Rapat Kerja Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang berlangsung akhir pekan kemarin. Salah satu keputusan yang diambil dalam rapat tersebut adalah penempatan Kepala Staf Presiden, Jenderal (purn.) Moeldoko, sebagai Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat MES.
Sesudah dilantik kemarin, Moeldoko menegaskan bahwa Indonesia berpotensi mengembangkan sektor ekonomi syariah karena mayoritas beragama Islam. Dia juga menekankan komitmen pemerintah yang ingin serius menggarap potensi ekonomi syariah agar Indonesia tidak hanya sebagai konsumen maupun pangsa pasar industri bagi negara lain.
Berdasarkan data, Moeldoko mengungkapkan penggunaan pembiayaan syariah mencapai 41,8 persen yang sebagian digunakan unuk konsumsi sedangkan pembiayaan modal kerja sebanyak 34,3 persen dan investasi sekitar 23,2 persen. Moeldoko memaparkan aset perbankan syariah pada sektor industri keuangan syariah mencapai Rp435 triliun pada 2017 atau 5,8 persen dari total aset perbankan Indonesia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya