Ekonomi Syariah Dipilih Jadi Solusi Hadapi Ketidakpastian Global, Ini Alasannya

Selasa, 12 November 2019 16:53 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Ekonomi Syariah Dipilih Jadi Solusi Hadapi Ketidakpastian Global, Ini Alasannya Sistem Keuangan Syariah Indonesia Raih Peringkat 4 di Dunia. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Kepala Bank Indonesia Institute, Solikin M. Juhro menyebutkan, ekonomi syariah diharapkan dapat menjadi kekuatan pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global. Menurutnya, sumber-sumber ekonomi konvensional atau tradisional tidak akan mampu lagi menjadi roda pendorong ekonomi, sebab pertumbuhannya menjadi stagnan.

"Sumber-sumber ekonomi konvensional, ekspor-impor, sektor-sektor tradisional pertanian dan manufaktur, tidak bisa kita andalkan lebih saat ini. Global ekonomi lesu, tumbuh tapi tidak setinggi sebelum-sebelumnya dan itu merata," kata dia, dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival 2019, di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (12/11).

Padahal, untuk menjadi negara ekonomi maju, Indonesia membutuhkan peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi enam persen. Sementara saat ini pertumbuhan ekonomi masih mentok di angka lima persen.

Dia menegaskan jumlah angka pertumbuhan ekonomi merupakan tanda bahwa faktor-faktor produksi industri Indonesia bekerja secara optimal meski terbatasnya sumber daya alam yang ada.

"Kalau kita ke Sydney, jam lima, jam enam sore sudah tutup, kok enak banget hidupnya, karena ekonomi mereka sudah settle, produktifitas terjaga, dan kita harus sampai lembur-lembur. Jadi esensinya itu produktifitas, bagaimana dengan resource yang given dia bisa produksi lebih dengan lahan yang sama," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Dorong Produktivitas Masyarakat

Sementara itu, sumber utama pendorong produktivitas yang selama ini dianggap hanya berasal dari pengetahuan dan kemampuan daya pikir manusia atau knowledge (pengetahuan) dipengaruhi oleh nilai-nilai agama dan budaya.

Dengan begitu, sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, peran nilai-nilai ekonomi syariah dapat mendorong produktivitas masyarakat. Misalnya, ada prinsip bagi hasil tanpa riba dan spekulasi, pemberdayaan rakyat, hingga kewajiban memutar uang yang disimpan.

"Potensi umat kita banyak, prinsip-prinsip ekonomi syariah juga yang mendorong produktifitas inovasi. Tadi saya katakan dengan prinsip bagi hasil enggak ada spekulatif, enggak ada riba, itu dorong kreasi dan inovasi. Dalam konteks islam misal orang inovasi itu dibagi kalau untung," tutupnya. [azz]

Baca juga:
Sistem Keuangan Syariah Indonesia Raih Peringkat 4 di Dunia
Ketimpangan Dunia Saat ini Tertinggi Sejak Abad ke-19
BI Blak-blakan Penyebab Ekonomi Syariah Tak Berkembang di Indonesia
Ekonomi Syariah Bisa Menjadi Obat 'Penyakit' Defisit Transaksi Berjalan
Bank Indonesia Nilai Ekonomi Syariah Cocok Jadi Penangkal Dampak Gejolak Global

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini