Ekonom sebut operasi pasar belum efektif stabilkan harga pangan

Kamis, 14 Juni 2018 21:00 Reporter : Anggun P. Situmorang
Pedagang di Pasar Pondok Gede. ©Liputan6.com/Bawono Yadika

Merdeka.com - Ekonom Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Lukman Hakim, menilai langkah pemerintah melakukan operasi pasar (OP) kurang efektif untuk menekan harga komoditas pokok yang telanjur melambung tinggi. Sebab, langkah ini hanya berdampak secara lokal.

"Baik itu OP maupun pasar murah pada akhirnya kurang efektif karena sifatnya cenderung lokal sehingga dampaknya kurang merata," kata seperti dikutip Antara di Solo, Kamis (14/6).

Lukman mengatakan kondisi tersebut kurang efektif mengingat distribusi skalanya lebih besar bahkan nasional. Hal ini juga berkaitan dengan ketersediaan pasokan di masing-masing daerah yang berbeda.

"Ini berkaitan dengan suplai, misalnya telur ayam produksi dari Solo sebelum didistribusikan ke pedagang pasar harus dikirim dulu ke Jakarta, baru kemudian dikirim lagi ke Solo untuk kemudian dipasarkan. Mata rantainya seperti itu," katanya.

Oleh karena itu, daripada melakukan operasi pasar maupun pasar murah, menurut dia, lebih baik pemerintah daerah mengoptimalkan peranan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). "Sekarang kan di setiap daerah ada TPID, ini harus dioptimalkan dengan baik keberadaannya. Paling tidak bisa meminimalkan informasi yang tidak simetris," jelas Lukman.

Lebih lanjut, Lukman menjelaskan, saat ini masih terjadi informasi yang tidak simetris atau asymmetric information terkait alasan naiknya harga sejumlah komoditas pokok. Padahal TPID seharusnya mampu mencari penyebab kenaikan harga belum juga stabil.

"Seperti misalnya, saat ini daging ayam harganya terus naik. TPID harus melakukan survei secara langsung untuk mengetahui penyebab kenaikan tersebut, apakah karena distribusi terkendala atau alasan lain. Baru kemudian cari solusinya. Ini yang kadang masih dilewatkan," katanya.

Sementara itu, mengenai gejolak harga komoditas pokok di Solo, menurutnya, masih dalam tahap wajar. Bahkan, dibandingkan dengan jelang Lebaran sebelumnya kondisi saat ini jauh lebih baik.

"Ini terlihat dari inflasi yang cenderung terjaga. Yang penting kuncinya adalah demand masyarakat, selama terkendali pasti harga juga terkendali," katanya. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. Harga Pangan
  2. Ekonomi Indonesia
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini