Ditjenpas Sulteng Genjot Pembinaan Kemandirian Warga Binaan, Gandeng Koperasi untuk Kewirausahaan

Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah serius memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan. Kerja sama dengan Koperasi Farmtisan Lestari Berjaya diharapkan mencetak wirausaha mandiri dan berdaya saing.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ditjenpas Sulteng Genjot Pembinaan Kemandirian Warga Binaan, Gandeng Koperasi untuk Kewirausahaan
Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah serius memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan. Kerja sama dengan Koperasi Farmtisan Lestari Berjaya diharapkan mencetak wirausaha mandiri dan berdaya saing. (AntaraNews)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah mengambil langkah progresif. Mereka memperkuat program pembinaan kemandirian dan kewirausahaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan individu agar siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang relevan.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang pembinaan. Namun juga berfokus pada aspek pemberdayaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng Koperasi Farmtisan Lestari Berjaya untuk kolaborasi strategis dalam program ini.

Kerja sama ini melibatkan beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Sulteng. Lokasi-lokasi tersebut akan menjadi pusat pelaksanaan program pendampingan dan pengembangan UMKM. Tujuannya adalah mencetak warga binaan yang mandiri dan berjiwa wirausaha setelah bebas nanti.

Implementasi Asta Cita dan Pemberdayaan Ekonomi

Bagus Kurniawan menjelaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi nyata dari Asta Cita Presiden. Ini juga sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Fokus utamanya adalah mendorong kemandirian warga binaan melalui kegiatan ekonomi produktif secara berkelanjutan.

Kerja sama ini mencakup beberapa aspek penting untuk mendukung pembinaan kemandirian. Di antaranya pendampingan kelompok UMKM serta pelatihan kewirausahaan yang komprehensif. Selain itu, ada fasilitasi pengembangan produk hasil pembinaan agar memiliki nilai jual tinggi di pasar yang kompetitif.

Program ini tidak hanya berpusat pada warga binaan semata. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi petugas Pemasyarakatan untuk mengembangkan kompetensi. Mereka akan belajar di bidang ekonomi kreatif dan kewirausahaan sosial, memperluas cakupan dampak positif program.

Sinergi UPT Pemasyarakatan dan Koperasi untuk Wirausaha

Kerja sama strategis ini melibatkan beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Sulawesi Tengah. UPT tersebut antara lain Lapas Kelas IIA Palu, Bapas Kelas I Palu, dan Rutan Kelas IIA Palu. Selain itu, LPP Kelas III Palu, Lapas Kelas III Parigi, dan Rutan Kelas IIB Donggala juga turut serta.

Semua UPT yang terlibat ini akan menjadi lokasi sentra pelaksanaan program. Di sinilah pendampingan intensif dan pengembangan kelompok UMKM di lingkungan Pemasyarakatan akan dilakukan. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan wirausaha dari kalangan warga binaan.

Koperasi Farmtisan Lestari Berjaya berperan sebagai mitra kunci dalam inisiatif ini. Mereka membawa keahlian dan pengalaman dalam pengelolaan usaha. Kemitraan ini memastikan bahwa pembinaan yang diberikan relevan dengan kebutuhan pasar.

Mencetak Wirausaha Mandiri dari Balik Jeruji

"Pendampingan ini diawali oleh para petugas agar memiliki jiwa wirausaha," kata Bagus Kurniawan. Apabila petugas sudah paham, mereka akan menjadi jembatan efektif. Ini membantu warga binaan dan klien Pemasyarakatan beradaptasi dengan dunia usaha.

Warga binaan tidak hanya akan terampil dalam satu bidang pekerjaan. Mereka juga akan memahami manajemen bisnis sederhana yang esensial. Tujuannya adalah mewujudkan narapidana menjadi wirausaha yang sukses dan berdaya saing. Ini merupakan bagian penting dari program pembinaan kemandirian holistik.

Kanwil Ditjenpas Sulteng berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Mereka ingin menghadirkan Pemasyarakatan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal ini akan menciptakan peluang baru yang signifikan bagi warga binaan.

Peluang tersebut memungkinkan warga binaan kembali ke masyarakat dengan bekal yang cukup. Mereka diharapkan menjadi wirausaha yang mandiri dan memiliki daya saing tinggi. Ini adalah visi besar dalam upaya rehabilitasi dan reintegrasi sosial yang berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi