Ditanya soal impor, Menteri Amran justru banggakan pertumbuhan ekspor pertanian
Merdeka.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman enggan menanggapi soal izin impor beras yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Sejauh ini Kemendag telah mengeluarkan izin impor beras sebesar 1 juta ton untuk Perum Bulog.
Menteri Amran mengatakan, tugas dari Kementerian Pertanian (Kementan) adalah soal produksi beras. Sedangkan untuk impor bukan ranah dari kementerian tersebut.
"Kami ini fokus pada produksi. Produksi kita pada sektor pertanian diumumkan BPS baru-baru ini Alhamdulillah meningkat. 2017 Itu 10 tahun terakhir ekspor tertinggi kita, naik 24 persen setara dengan Rp 440 triliun," ujar dia di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Senin (21/5).
Menurut dia selain beras, masih ada 400 komoditas pangan lain yang perlu dijaga pasokannya. Oleh sebab itu, Menteri Amran meminta masyarakat tidak hanya sibuk memikirkan beras.
"Soal impor, tidak impor lagi bawang merah, jagung tidak impor. Jangan melihat pertanian cuma beras, karena ada 400 komoditas yang dijaga siang dan malam," ungkap dia.
Untuk beras, Menteri Amran menyatakan sebenarnya pasokan saat ini sudah lebih baik dibandingkan dulu. Saat ini sudah ada sekitar 41.000 ton beras yang masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang setiap hari.
"Suplai di Cipinang, dulu 15.000 ton, hari ini 41.000 ton. Kenapa harga tinggi? Itu pertanyaan kami juga, makanya kami imbau pedagang jangan menaikkan harga di bulan Ramadan," tandas dia.
Reporter: Septian DenySumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya