Distributor Bawang Putih Diminta Tak Tahan Stok

Jumat, 7 Februari 2020 16:39 Reporter : Idris Rusadi Putra
Distributor Bawang Putih Diminta Tak Tahan Stok bawang putih. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Sumut mengingatkan distributor bawang putih tidak menahan stok agar harga tidak naik signifikan. Ini diperlukan setelah tidak masuknya untuk sementara komoditas itu dari China.

"Satuan tugas Pemprov Sumut semakin meningkatkan pengawasan agar distributor tidak memanfaatkan pasokan yang terbatas setelah terhentinya impor dari China sejak virus corona menyebar," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Zonny Waldi dikutip Antara Medan, Jumat (7/2).

Bagi pengusaha, distributor dan pedagang nakal yang menahan bawang putih maka akan diberi sanksi.

Zonny yang didampingi Sekretaris Disperindag Sumut, Fitra Kurnia, menyebutkan harga bawang putih memang sudah bergerak naik, dari sekitar Rp26.000 per kg, akhir pekan ini menjadi Rp48.000 - Rp50.000 per kg.

"Untuk menekan naiknya harga bawang putih itu, tim Pemprov Sumut sudah melakukan berbagai langkah mulai menginstruksikan pelepasan stok, memantau harga dan mencari langkah alternatif terganggunya pasokan dari China itu," ujarnya.

Zonny Waldi tidak menyebutkan berapa kebutuhan bawang putih di Sumut. Namun diakui pasokannya sebagian besar dari China meski izin impornya dari pusat. Zonny Waldi menyebutkan Pemprov Sumut bekerja sama dengan Bank Indonesia berusaha mengembangkan bawang putih di beberapa daerah.

1 dari 1 halaman

Harga Bawang Putih Naik

putih naik rev1

Maraknya kasus virus corona di China diduga berimbas pada harga bawang putih. Nilai jual komoditas ini melambung tinggi dalam sepekan terakhir.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Medan dan Deli Serdang, harga bawang putih rata-rata dijual antara Rp50.000 hingga Rp52.000 per Kg. Harga ini naik dua kali lipat dibanding sepekan sebelumnya yakni Rp25.000 hingga Rp28.000 per Kg.

"Ini karena ada isu-isu virus corona di China itu," kata Jakson, pedagang di pasar MMTC, Jalan Pancing, Rabu (5/2).

Para pedagang menuturkan, kenaikan ini terjadi bertahap. Awalnya harga naik dari Rp25.000 per Kg menjadi Rp28.000 per Kg. Lalu, naik lagi menjadi Rp30.000 per Kg pada akhir pekan lalu. Sejak awal pekan ini, harga bawang putih sudah di atas Rp45.000 per Kg.

"Sekarang kita ambil dari distributor sudah Rp45.000," kata Rahmad, pedagang lainnya.

Kenaikan harga bawang putih itu ditengarai dipengaruhi merebaknya informasi mengenai virus corona di China. Spekulasi muncul karena bawang putih yang beredar di pasar Medan memang paling banyak diimpor dari China, sisanya dalam jumlah kecil berasal dari India.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2018 lalu, Sumatera Utara mengimpor bawang putih sebanyak 70,41 juta ton. Sebanyak 70,18 juta ton diimpor dari China, sisanya dari India. Sementara, pada 2019 angka ini mengalami penurunan signifikan. Tahun lalu, Sumut hanya mengimpor bawang putih sebanyak 29,24 juta ton.

Kebijakan pemerintah menghentikan sementara impor bawang putih dari China, untuk mencegah masuknya virus corona, diperkirakan akan kembali mendongkrak harga.

"Pasti besok akan naik lagi," kata Utari Sinaga, salah seorang distributor bawang. [idr]

Baca juga:
Dampak Wabah Corona, Harga Bawang Putih di Kota Solo Terus Melejit
Harga Bawang Putih Melejit, Pemkot Solo Minta Pemerintah Buka Kran Impor
Harga Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati Alami Kenaikan
Virus Corona dan Ketergantungan Indonesia ke China
Corona Merebak, Harga Bawang Putih di Medan Jadi Melambung
Harga Barang-barang ini Naik Imbas Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini