Di Depan Jokowi, Pengusaha Padi Minta Dibelikan Mesin Pengering

Rabu, 3 April 2019 13:35 Reporter : Supriatin
Di Depan Jokowi, Pengusaha Padi Minta Dibelikan Mesin Pengering petani jemur gabah dan jagung di jalan. ©2016 AFP PHOTO/NOAH Seelam

Merdeka.com - Pengusaha penggilingan padi, Endang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membelikan alat pengering padi atau dryer. Endang mengaku tak memiliki uang sehingga tidak mampu membeli dryer.

Ini disampaikan Endang saat berdialog dengan Jokowi dalam acara Silaturahmi Presiden RI dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Perkumpulan Penggilingan Padi serta Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) se-Jawa Tengah di Gedung Olah Raga (GOR) Diponegoro, Jalan Rinjani, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (3/4).

Kejadian ini bermula saat Jokowi bertanya mengenai usaha penggilingan padi yang dikembangkan wanita asal Jenar, Sragen ini. "Sejak kapan kagungan (memiliki) penggilingan?" tanya Jokowi.

"Sejak 2001 Pak Presiden," kata Endang.

Jokowi kemudian menyimpulkan usaha Endang sudah berjalan kurang lebih 18 tahun. Penasaran dengan progres usaha Endang, Jokowi bertanya lagi apakah penggilingan padi tersebut dilengkapi dengan pengeringan padi dan pengemasan beras.

"Penggilingan ne masih manual, (pengeringan padi) dijemur biasa," ujar Endang.

Mendengar jawaban Endang, Jokowi mengingatkan agar petani meninggalkan pola-pola lama dalam mengelola hasil pertanian pascapanen. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyarankan petani berpindah dari metode pengeringan manual ke penggunaan dryer.

"Ini perlu saya ingatkan kepada pemilik-pemilik penggilingan, sekarang ini sudah zamannya zaman modern. Dari zaman saya kecil, saya di desa sampai sekarang kalau habis panen pasti dijereng di pelataran. Ya mboten? ini harus diubah, penggilingan itu harus memiliki dryer," pesan Jokowi.

"Kenapa tidak beli dryer?" imbuhnya.

"Dereng enten (Belum ada) dana Pak Presiden," jawab Endang.

Jokowi lantas menyarankan Endang mengajukan pinjaman kredit ke bank. Jokowi yakin, bank bakal memberikan pinjaman sesuai dengan kebutuhan Endang.

Namun, Endang menolak mengajukan pinjaman kredit ke bank. Endang beralasan tak ingin terlilit hutang sebab sebelumnya telah mengajukan pinjaman kredit untuk pembelian penggilingan padi.

"Bapak, untuk modal saja sudah dari bank, apalagi untuk itu pak. Maka dari itu, minta dari Pak Presiden," ucap Endang disambut tawa hadirin.

Jokowi seketika tertawa terbahak-bahak. Jokowi khawatir jika mengabulkan permintaan Endang maka seluruh petani penggilingan padi di Tanah Air mengajukan permohonan yang sama kepada Kepala Negara.

"Wah repot ini mintanya ke saya he he he. Kalau satu orang nggk apa-apa, kalau dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote minta semua gimana itu? bayangkan? iya mboten?" kata Jokowi.

"Ya cukup yang dari Jenar, Sragen, bu Endang dulu pak," timpal Endang.

"Mumet pak. Wong uangnya saja buat beli gabah dari bank apalagi beli dryer dari bank. Mumet pak," tutup Endang.

"Mumet, mumet, nggih," kata Jokowi mengakhiri dialog dengan Endang. [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini