DEN Minta Pemerintah Beri Insentif Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Kamis, 4 April 2019 17:37 Reporter : Wilfridus Setu Embu
DEN Minta Pemerintah Beri Insentif Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Merdeka.com - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi, mengatakan pengembang energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia perlu dukungan serius dari pemerintah. Sebab salah satu tantangan yang dihadapi adalah kebutuhan terhadap penggunaan EBT masih rendah.

"Memang beban atau kebutuhan dalam negeri harus diciptakan oleh pemerintah. Di dalam kebijakan energi Nasional dan rencana umum energi nasional (RUEN) sampai 2050 seluruh kantor pemerintah pasang solar sel. Penerangan jalan pasang solar sel. Seluruh rumah mewah pasang solar sel 15 persen sampai 20 persen dari kebutuhan," kata dia, dalam pembukaan pameran 'The 7th Edition of INAGREENTECH 2019', JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (4/4).

"Kalau ini kita jalankan di seluruh Indonesia kebutuhan akan muncul industri akan muncul dan harga solar sel akan tertekan," lanjut dia.

Dia mengatakan mayoritas negara yang sedang gencar mengembangkan EBT memberikan subsidi dan insentif guna mendorong penggunaan oleh masyarakat, juga untuk menarik masuknya investasi.

"Disubsidi lebih bagus. Semua negara di dunia memberikan subsidi. Tujuannya supaya perkembangan kemampuan teknologi, kemampuan industri cepat dan menimbulkan pasar," jelasnya.

India misalnya memberikan insentif bagi setiap rumah yang mau memasang panel surya. "India beri insentif untuk semua rumah yang mau dipasang solar sel di atap. Insentif kepada investor lewat bank," ungkapnya.

"Yang punya rumah tidak perlu keluarkan uang untuk pasang solar sel, tapi selama 6-7 tahun dia bayar listrik seperti sebelumnya. Setelah itu milik pemilik rumah. Sekarang antre. Dan sekarang perusahaan energy service seperti ini tumbuh di India," imbuhnya.

Tak hanya itu, pemilik rumah pun dibebaskan dari biaya pemeliharaan selama 25 tahun. Biaya pemeliharaan menjadi tanggung jawab perusahaan yang memasang solar panel.

"Kita tidak perlu pemeliharaan selama 25 tahun, dijamin. Kalau rusak perusahaan itu yang menjamin. Kita tidak keluarkan uang, setelah 6-7 tahun jadi milik kita. Setelah itu listrik kita gratis selamanya," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini