Defisit Neraca Perdagangan Januari 2019 Akibat Pelemahan Ekspor Imbas Perang Dagang

Jumat, 15 Februari 2019 14:54 Reporter : Anggun P. Situmorang
Defisit Neraca Perdagangan Januari 2019 Akibat Pelemahan Ekspor Imbas Perang Dagang perang dagang. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit USD 1,16 miliar pada Januari 2019. Defisit tersebut salah satunya disebabkan oleh turunnya ekspor Indonesia di awal tahun.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan penurunan ekspor Indonesia cenderung dipengaruhi oleh perang dagang antar negara tujuan ekspor Indonesia. Selain itu, kondisi ekonomi negara tujuan ekspor juga turut mempengaruhi.

"Itu lebih cenderung karena ekspor kita terutama nomor satu ke China, nomor dua AS, tiga Jepang, empat Eropa atau India. China, termasuk AS, pertumbuhan ekonomi dan perdagangannya turun, jadi kita terpengaruh langsung dengan perang dagang itu," ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (15/2).

Menko Darmin menjelaskan, selain karena perang dagang, kebijakan India mengenakan tarif impor yang tinggi terhadap crude palm oil (CPO) milik Indonesia turut melemahkan eskpor Indonesia.

"Kemudian pada waktu yang sama, India juga sedang kerjain kita di CPO, jadi bukan karena kita sudah lewati puncak dari kemampuan ekspor kita, tapi karena perkembangan dunianya cepat sekali," jealsnya.

Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, perlu waktu mencari strategi baru untuk membuat ekspor Indonesia kembali bergeliat. Mengingat saat ini, ekonomi China diprediksi masih akan melambat.

"Mungkin apakah akan lebih melambat, itu belum tahu. Tapi rasanya justru kalau ekonomi China di 6,5 persen itu bisa lebih stabil. Kemudian kita memang mestinya, produk yang kita ekspor ke China, tidak mudah dialihkan ke negara lain, karena itu hasil pertambangan dan perkebunan," tandasnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini