Defisit dagang, Jatim ambisi genjot ekspor ke Republik Ceko
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berambisi untuk menggenjot ekspor ke Republik Ceko. Mengingat, provinsi berpopulasi sekitar 37 juta jiwa tersebut mengalami defisit perdagangan dengan negara Eropa Timur tersebut.
"Kesempatan di sektor perdagangan ini perlu didalami, perlu dijajaki, dan dibuka segala kemugkinan itu," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf saat bertemu dengan Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia Ivan Hotek, di Surabaya, Kamis (30/3).
Pria akrab dipanggil Gus Ipul itu menyebut porsi kerja sama dagang antara Jatim dengan Republik Ceko masih kecil.
"Hanya 0,03 persen dari keseluruhan perdagagan yang dilakukan Jawa Timur dengan negara-negara lain."
Jatim pernah mengalami surplus dagang dengan Republik Ceko sebesar USD 1,75 juta pada 2012. Sayang, setahun setelahnya hingga 2016, Jatim menderita defisit.
Perinciannya, defisit USD 11,22 juta (2013) USD 10,11 juta (2014), USD 13,56 juta (2015), dan USD 31,89 juta (2016).
"Nah, kami ingin untuk segera ke Ceko memperkuat hubungan-hubungan yang selama ini sudah kami lakukan dengan negara-negara tetangganya, Seperti Poladia dan Hungaria," kata Gus Ipul.
"Bahkan, kami sudah memiliki sister province dengan salah satu provinsi di Polandia."
Selain perdagangan, kata Gus Ipul, pihaknya juga fokus membicarakan kerja sama lain dengan Republik Ceko. Diantaranya, penerapan teknologi pengolahan sampah dan pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan.
"Terus terang saja, ini pejajakan tingkat pertama yang akan ditindaklanjuti ke pembicaraan tingkat kedua nanti yang akan kami arahkan lebih kongkrit."
Hal senada diungkapkan Ivan Hotek. Republik Ceko menawarkan teknologi mengubah sampah organik menjadi listrik. Kemudian, teknologi mengubah sampah nonorganik menjadi aspal, seperti dikembangkan India.
"Kerja sama ini nanti akan kami kembangkan di masa yang akan datang." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya