Dari target 4,38 juta ha, realisasi perhutanan sosial baru capai 1,33 juta ha
Merdeka.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan, realisasi program pembebasan perhutanan sosial telah mencapai 1,33 juta hektare (ha) per 18 Desember 2017. Pencapaian tersebut merupakan bagian dari total target sebesar 4,38 juta ha hingga tahun 2019.
"Sekarang realisasinya per 18 Desember 1,33 juta hektare, tapi kan sebetulnya tidak cukup hanya akses itu," ujar Menteri Siti di Gedung Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (19/12).
Menteri Siti mengatakan, pemerintah kini tengah mengkaji pemanfaatan perhutanan tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga, nantinya kesenjangan ekonomi dapat diperkecil melalui langkah tersebut.
"Jadi, bagaimana hutan sosial ini menjawab kesenjangan dan keadilan ekonomi. Tadi bersama Kepala Bappenas kita sepakati dikembangkan instrumen membuat akses perhutanan sosial ini betul betul beroperasi dimasyarakat menjadi geliat ekonomi," jelasnya.
Pemanfaatan perhutan sosial nantinya akan dikaji apakah menggunakan sistem one village one product atau menggunakan sistem klaster komoditas unggulan. Hal ini masih dikaji bersama Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Pertanian.
"Tadi sudah bahas apa saja produknya, bisa jadi sarang burung walet atau kopi. Jenis kopi tertentu di Indonesia sudah terkenal ya, banyak jenis kopi dan juga masih banyak yang lain seperti cokelat juga bisa," jelasnya.
"Termasuk juga cluster ecotourism tetapi ada kekhususan tertentu kalau di areal-areal konservasi itu kan ada pohon tertentu, satwa tertentu bisa juga arahnya kesana. Karena kan aspeknya hutan," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya