Dampak Program BBM Satu Harga Mulai Terasa, Termasuk Lancarkan Transportasi di Papua

Senin, 19 November 2018 15:30 Reporter : Idris Rusadi Putra
Dampak Program BBM Satu Harga Mulai Terasa, Termasuk Lancarkan Transportasi di Papua SPBU. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Dampak Program BBM Satu Harga yang dilakukan Pertamina mulai dirasakan dampaknya bagi perekonomian wilayah setempat, termasuk di Papua dan Papua Barat. Salah satunya membantu kelancaran transportasi warga.

Pengamat ekonomi Universitas Cendrawasih, Ferdinand Risamasu menyatakan, Program BBM Satu Harga, berdampak baik pada usaha dan bisnis transportasi, terlebih, yang berada di wilayah pegunungan.

"Ongkos transportasi lebih murah secara proporsional. Sedangkan manfaat lain, adalah penurunan harga sebagian barang dan kebutuhan pokok," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Senin (19/11).

Dari berbagai manfaat program tersebut, Ferdinand menyebut bahwa peran Pertamina sangat besar, terlebih dalam mewujudkan program itu, BUMN tersebut juga harus menanggung biaya transportasi pada medan yang sangat sulit. Apalagi, transportasi di Papua dan Papua Barat tidak hanya di darat namun juga laut dan udara.

Untuk titik BBM Satu Harga di Misool Utara Kabupaten Raja Ampat yang baru diresmikan pertengahan November 2018, dia mencontohkan, diperlukan waktu tempuh sekitar 17 jam dari Kota Sorong yang berjarak kurang lebih 207 km, dengan moda transportasi laut dan darat.

"Peran Pertamina sangat besar dalam mendistribusikan BBM. Jadi kita apresiasi peran Pertamina dalam mendukung suksesnya BBM Satu Harga," kata dia.

Namun demikian Ferdinand mengingatkan, agar pasokan terus dijaga supaya tidak terjadi kekosongan stok, oleh sebab itu, perlu intervensi pemerintah guna menjaga ketersediaan dan kestabilan stok serta harga BBM agar tidak dipermainkan oleh para pengusaha. Hingga minggu kedua November 2018, Pertamina telah melakukan uji operasi 65 titik BBM Satu Harga dari 67 lokasi yang ditetapkan pemerintah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di seluruh Tanah Air.

Meski belum semua diresmikan Pemerintah, namun lembaga penyalur di 65 titik sudah bisa melayani masyarakat. Pada awal November, Pemerintah bersama Pertamina baru saja meresmikan BBM Satu Harga di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sekitar dua pekan kemudian, titik BBM Satu Harga di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat, tepatnya di Kampung Waigama Distrik Misool Utara, juga resmi beroperasi. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini