Cuaca Tak Menentu Jadi Tantangan Pembangunan Jalan ke Depan
Merdeka.com - Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo mengatakan, cuaca yang tak menentu turut menjadi tantangan dalam pembangunan jalan yang kini tengah digiatkan pemerintah. Untuk itu, Kementerian PUPR telah memperkuat tenaga sumber daya manusia (SDM) sebagai langkah mitigasi agar fokus pemerintah dalam membangun jalan baru bisa terlaksana dengan baik.
"Kita harapkan ke depan dengan tim SDM yang semakin solid semakin baik ini bisa melakukan pemetaan supaya ke depan tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan," ujar dia di Konferensi Nasional Teknik Jalan (KNTJ) ke-10 di Jakarta, Selasa (5/11).
Dia menyampaikan, berdasarkan visium jangka panjang Kementerian PUPR 2030 dalam 5 tahun ke depan, pemerintah akan membangun 1.500 km jalan tol, 2.500 jalan baru, dan 60 ribu meter jembatan atau flyover baru.
Seluruh pembangunan itu disebutnya bakal difokuskan untuk mendukung kawasan tertinggal, kawasan industri dan perkotaan baru, hingga destinasi wisata.
Senada, Ketua Umum Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Taufik Widjoyono menyampaikan, cuaca labil merupakan salah satu dari 5 tantangan penyelenggaraan jalan. Dia menguraikan beberapa tantangan lainnya, seperti manajemen solusi serta kendala akses dan mobilitas.
"Ketiga, terkait dengan keselamatan jalan yang ada. Keempat, keandalan fungsi jalan yang memerlukan inovasi preverasi. Kelima, ini menimbulkan biaya tak murah, perubahan iklim dan bencana untuk jalan yang berketahanan terhadap bencana," tutur dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya