Cerita Zulkifli, Masinis KAI yang Sudah Bekerja Seperempat Abad

Rabu, 2 Oktober 2019 19:33 Reporter : Idris Rusadi Putra
Cerita Zulkifli, Masinis KAI yang Sudah Bekerja Seperempat Abad krl. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Salah satu masinis PT Kereta Api Indonesia (KAI), Zulkifli Z bercerita mengenai pengalaman hidupnya mengabdi untuk negeri. Zulkifli merupakan masinis KAI Daop 2 Bandung dan merupakan masinis senior berumur 55 tahun. Zulkifli sendiri akan menyelesaikan tugasnya atau pensiun di 2019 ini.

Zulkifli sendiri telah mengabdi selama 24 tahun dan dia mengantar dan memastikan para penumpang kereta selamat ke stasiun tujuannya.

Berawal dari kesehariannya yang sering melihat kereta di dekat rumah, Zulkifli kecil bermimpi menjadi seorang masinis. Demi meraih impiannya tersebut tidak ada kata menyerah baginya.

Sebagai seorang masinis, Zulkifli memiliki tanggung jawab yang besar untuk keselamatan penumpang yang dibawanya. Maka dari itu, perlu waktu yang panjang bagi seorang masinis sebelum dirinya benar-benar bisa mengendarai kereta. Dibutuhkan sekitar 2000 jam terbang sebelum akhirnya Zulkifli dapat menjadi seorang pengendara ular besi.

Namun, ternyata menjadi masinis memiliki konsekuensi tersendiri. Zulkifli tidak memiliki banyak waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Bahkan sering kali dia harus rela melewatkan momen penting bersama keluarganya, demi mengantar para penumpang. Meskipun demikian, dia merasa senang bisa membawa para penumpang sampai dengan selamat di stasiun tujuannya.

Perjalanan lancar dan sampai tujuan dengan selamat merupakan suatu keberkahan yang dia syukuri. Bagi Zulkifli, keselamatan dan kenyamanan para penumpang menjadi energi tersendiri untuknya.

"Sebelum berangkat semua kru dikumpulkan. Baik masinis, asisten masinis, kondektur, dan lainnya. Setelah itu, apel terlebih dahulu dan berdoa bersama. Kita tulus melayani," tutur Zulkifli.

Kecintaan Zulkifli terhadap kereta api ternyata menurun kepada anak perempuannya. Saat ini anak bungsu Zulkifli sudah menjadi staf administrasi di Kantor Pusat KAI, Bandung. Anak masinis senior ini akan melanjutkan perjuangan sang ayah untuk mengabdi di dunia perkeretaapian Indonesia. Diakui Zulkifli, dari hasil keringat menjadi masinis, dia dapat menyekolahkan dua orang anaknya hingga bergelar sarjana.

Setelah masa baktinya selesai, Zulkifli menuturkan bahwa dirinya ingin beristirahat dan menikmati waktu bersama keluarga. Bagi kakek satu orang cucu ini, setiap momen yang pernah dilalui, apapun bentuknya, patut disyukuri. Hal ini akan menjadi kenangan manis yang tidak akan terlupakan untuknya. Walaupun tidak dipungkiri Zulkifli, setelah masa pengabdiannya berakhir, dia akan merindukan rekan-rekannya.

"Saat pensiun nanti yang akan dirindukan adalah momen kebersamaan, bercanda dengan sahabat seperjuangan saya," ujarnya.

Cerita Zulkifli hanya salah satu dari sekian banyak cerita yang tercipta di kereta api. Selama 74 tahun KAI mengabdi untuk negeri, KAI percaya telah banyak cerita dan momen yang terjadi di kereta api. Maka dari itu KAI mengajak masyarakat untuk juga membagikan kisahnya bersama kereta api melalui #KAIPunyaCerita. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini