Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Pedagang Buah Bertahan di Tengah Pandemi Berkat Dana PEN

Cerita Pedagang Buah Bertahan di Tengah Pandemi Berkat Dana PEN Pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Dampak pandemi Covid-19 terhadap kemerosotan ekonomi salah satunya dirasakan oleh sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Banyak pelaku UMKM yang harus mengalami penurunan pendapatan secara drastis atau bahkan gulung tikar dalam 1,5 tahun belakangan.

Namun, penjual buah petian, Dedi Supriyadi (50 tahun) yang berjualan di Pasar Induk Caringin Kota Bandung, Jawa Barat ini tetap bertahan dan tumbuh di kala pandemi Covid-19 berkat bantuan dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dedi Supriyadi mengikuti program Kredit Modal Kerja dari salah satu perbankan BUMN dan mendapatkan tambahan modal sebesar Rp300 juta guna menumbuhkan kembali usahanya yang sempat merosot.

"Pandemi Covid-19 ini membuat kita harus selalu berfikir dan jeli melihat peluang guna bisa bertahan dan tumbuh berkembang. Tetapi memang bantuan modal kerja yang diberikan dari pemerintah ini sangat bermanfaat bagi saya guna terus bisa bertahan di kondisi yang tidak menentu saat ini," kata Dedi Supriyadi, di Bandung, Senin (9/8).

Dedi bercerita, awal mula pandemi memang menjadi pukulan terberatnya, usaha yang dijalankan lebih dari 30 tahun ini sempat mengalami kemerosotan dikala masyarakat takut akan datang ke pasar dan banyak kios kios yang harus tutup, terlebih lagi para suplier yang biasa mengirimkan buah membuat peraturan baru yakni harus membayar dimuka terlebih dahulu baru mengirimkan buah.

Dia mengatakan keterbatasan modal menjadi masalah untuk terus menjalankan usahanya, akan tetapi angin segar pun datang dikala pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pundi-pundi rupiah pun berdatangan, di saat beberapa pedagang buah pasrah dengan keadaan, dirinya terus berfikir dan mencari celah untuk terus menjual buah petiaannya.

Saat itu dirinya menawarkan buah petinya melalui pesan singkat kepada beberapa pihak akhirnya berbagai tokoh serta organisasi masyarakat memesan dengan jumlah besar untuk dijadikan bantuan kemasyarakat.

Dengan mampu bertahannya usaha milik Dedi, ia berhasil 'menyelamatkan' beberapa aspek ekonomi di sekitarnya, antara lain usahanya tidak mengurangi jumlah buruh angkut, para pengrajin peti buah pun terus mendapatkan pesanan serta truk yang biasa ia sewa untuk mengantarkan buah tetap bisa bertahan di kondisi pandemi Covid-19.

Demi berputarnya roda perekonomian, pemerintah mencanangkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang telah dilakukan sejak pertengahan 2020 hingga saat ini. Bentuk dukungan kepada UMKM melalui Perbankan yaitu penyaluran kredit modal bagi UMKM yang terdampak pandemi, sedangkan pemerintah menugaskan Askrindo untuk melaksanakan penjaminan program PEN.

Konsumsi Buah Selamatkan Petani

Menteri BUMN, Erick Thohir mengajak masyarakat untuk mengonsumsi buah-buahan Nusantara. Selain untuk kesehatan tubuh juga bentuk kepedulian kepada para petani buah-buahan Indonesia.

"Negara kita Indonesia adalah negara yang kaya akan jenis buah-buahan. Kita dapat mengonsumsi berbagai jenis buah Nusantara. Ini adalah bentuk rasa sayang kita pada kesehatan diri juga merupakan kepedulian untuk petani buah-buahan di Tanah Air Indonesia," ujar Erick Thohir dalam video sambutannya di pembukaan Gelar Buah Nusantara 2021 di Jakarta, Senin (9/8).

Menurut dia, buah-buahan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Mengonsumsi buah dapat mengoptimalkan kesehatan dalam jangka panjang, selain itu juga menjaga dan meningkatkan energi utamanya pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

"Ayo kita konsumsi buah-buahan Indonesia," katanya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP