Cerita Menteri Susi soal lobster yang menghilang di laut Indonesia sejak tahun 2000

Rabu, 23 Mei 2018 21:02 Reporter : Merdeka
Cerita Menteri Susi soal lobster yang menghilang di laut Indonesia sejak tahun 2000 Sertijab Menteri KKP Susi Pudjiastuti. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Indonesia terancam kehilangan potensi lobster yang diakibatkan perburuan benih lobster untuk di ekspor ke luar negeri. Saat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan terus melakukan penertiban ekspor bibit lobster tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, menipisnya jumlah lobster ukuran besar mulai dirasakan sejak 2000. Hal tersebut diakibatkan oleh perburuan beni‎h lobster untuk di ekspor ke Vietnam.

"Tiba-tiba tahun 2000 hilang, kita tidak tahu mulai diperdagangkan bibitnya ke Vietnam," kata Susi, di Kediamannya Perumahan Menteri Widyachandra, Jakarta, Rabu (23/5).

Jika mengacu pada siklusnya, lobster bisa dipanen pada September hinga Desember, sedangkan perkembanganbiaknya pada Mei hingga Juli dan saat itulah perburuan bibit lobster biasanya dilakukan. Untuk satu ekor bibit lobster dihargai Rp 30.000 jika sampai Vietnam harganya bisa naik menjadi Rp 130.000.

‎"Kalau lobster itu musimnya September, Oktober Desember. Begitu musim hujan nelayan nangkap lobster tapi lobster besarnya. Mei Juni Juli itu musim kelahiran baby lobster," tuturnya.

Menurut Susi, jika kondisi tersebut terus terjadi Indonesia akan ‎mengalami krisis lobster, penurunan panen lobster pun sudah dirasakan oleh para nelayan. Padahal Indonesia sempat mengekspor lobster ukuran besar sekitar 10.000-an ton dalam satu tahun. Namun saat ini kondisi tersebut hanya tinggal cerita.

"Zaman dulu 20 tahun lalu harganya UASD 20- USD 30 dianggapnya emas hitam untuk wilayah-wilayah pantai itu. Saatnya panen buat masa depan karena sehari nelayan dapat Rp 5 juta - 20 juta. Sekarang cerita itu tidak ada dapatnya 5 ekor 6 ekor, karena kalau ditangkap pakai bibit begini pakai lampu dia kumpul semua sekali angkat ratusan puluhan. Karena namanya bayi sama kayak bayi ikan," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini