Cerita Mentan di Balik Aturan Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP: Dulu Ada Korupsi Rp40 Triliun Sepekan

Dia bercerita, kebijakannya untuk mempermudah distribusi pupuk dilatarbelakangi oleh kesulitan petani.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Cerita Mentan di Balik Aturan Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP: Dulu Ada Korupsi Rp40 Triliun Sepekan
Cerita Mentan di Balik Aturan Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP: Dulu Ada Korupsi Rp40 Triliun Sepekan (Merdeka.com)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menceritakan keberhasilannya memangkas distribusi atau penyaluran pupuk subsidi. Saat ini, petani yang terdaftar sebagai penerima manfaat cukup menunjukan secarik kertas berupa KTP untuk menebus pupuk.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 04 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Subsidi.

"Pengambilan pupuk ini kita permudah," kata Mentan dalam acara Podcast Merdeka, dikutip Jumat, (11/4).

Dia bercerita, kebijakannya untuk mempermudah distribusi pupuk dilatarbelakangi oleh kesulitan petani. Persoalan kelangkaan pupuk ini terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

"Saat kami di lantik, kami keliling Indonesia, itu laporannya pupuk terlambat. Pupuk bermasalah, pupuk kurang," ingatnya.

Menurutnya, kelangkaan pupuk ini disebabkan tumpang tindih regulasi yang menghambat penyaluran pupuk subsidi. Padahal, bahan penyubur tanaman tersebut tengah dibutuhkan petani.

"Soal pupuk saja regulasinya yang mengikat ada 145," ucapnya.

Uang Dikorupsi Rp40 Triliun Sepekan

Ironisnya, kebijakan untuk memangkas distribusi pupuk subsidi mendapatkan penolakan dari mafia. Mengingat, bahan penyubur tanaman tersebut kerap menjadi proyek bancakan oleh para koruptor. Mentan Amran mencatat, nilai uang yang dikorupsi bisa mencapai Rp40 triliun dalam satu Minggu.

"Kita pernah kita hitung. Satu minggu itu kerugian negara Rp40 triliun satu minggu. Mana ada korupsi setiap minggu Rp40 triliun? Gak ada kan? Bisa bayangkan ini," ucapnya.

Kini, berbagai hambatan tersebut mampu diatasi. Kemudahan distribusi pupuk subsidi ini berdampak langsung kepada produktivitas pertanian Indonesia. Mentan menyebut produksi hasil panen petani mengalami kenaikan pesat. 

Per April 2025, pasokan beras di gudang Perum Bulog telah mencapai 2,4 juta ton. Realisasi pasokan beras ini menjadi yang tertinggi dalam 7 tahun terakhir. Bahkan, stok beras diprediksi bisa menembus 3 juta ton di akhir tahun ini. 

"Bahkan sekarang penyerapan oleh Bulog itu sudah 800 ribu ton serapan produksi dalam negeri. Tiga bulan 800 ribu ton. Padahal, tahun lalu 35 ribu ton. Nah ini datanya. Itu data real time," tandasnya.

Rekomendasi