Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Jasa Marga sempat terapkan tol non tunai berujung kekacauan di Tangerang

Cerita Jasa Marga sempat terapkan tol non tunai berujung kekacauan di Tangerang macet di pintu gerbang tol Cipali. ©2015 Merdeka.com/bram salam

Merdeka.com - Pemerintah segera memberlakukan sistem pembayaran tol secara non tunai. Terhitung mulai 31 oktober 2017, gerbang tol di seluruh Indonesia tidak akan melayani lagi pembayaran tol secara tunai atau cash.

Bicara soal pemberlakuan sistem pembayaran non tunai, Direktur Operasi II PT Jasa Marga (Persero), Subakti Syukur punya pengalaman menarik. Pengalaman yang mengajarkan bahwa persiapan matang sangat diperlukan untuk mengeksekusi kebijakan ini.

"Deg-degan sih menunggu 31 Oktober. Mudah-mudahan semua proses berjalan lancar," ungkapnya di Kantor Jasa Marga, Jakarta Timur, Jumat (8/9).

Dia memang pantas deg-degan, sebab pernah punya pengalaman yang sangat membekas dalam pemberlakuan kebijakan pembayaran tol non tunai, tepatnya di Gerbang Tol menuju Alam Sutra, Tanggerang Selatan, Banten. "Terakhir kita coba itu di Alam Sutra. Sebulan sebelumnya kita umumkan bahwa gerbang ini akan kita terapkan 100 persen cashless," kata dia.

Dia mengakui tidak memperhitungkan kemungkinan bahwa bisa saja ada hal-hal yang dapat mengganggu dalam praktik di lapangan. Dia percaya bahwa waktu sebulan sudah cukup untuk buat pengguna jalan tol sadar dan taat.

"Itu yang kita tidak perhitungkan. Kita pikir sudah diumumkan masyarakat sadar, sudah cashless semuanya. Ternyata pada hari H-nya masyarakat pada enggak mau cashless," kisahnya.

Celakanya lagi, kartu yang tersedia untuk dijual di lapangan tidak cukup dan alat untuk tapping pun mengalami gangguan. Pihaknya kewalahan menghadapi hampir 60 persen pengguna jalan tol yang menginginkan transaksi secara tunai.

"Dampaknya, karena kita yakin di situ 100 persen (non tunai), kita enggak siapkan uang kembalian. Akhirnya chaos (kacau). Malam itu chaos. Kita cari uang kembalian di dekat situ, kantor, pompa bensin, dan sebagainya. Kejadiannya sore, agak malam baru mulai lancar," ujar Subakti.

Pengalaman itu membuat Subakti dan jajarannya makin serius menyusun strategi. Dia pun menargetkan pada awal bulan Oktober nanti, pembayaran tunai di ruas tol yang dikelola Jasa Marga bakal mencapai 90 persen, dan menjadi 100 persen pada 31 oktober nanti, yaitu dengan menyiapkan lagi sekitar 1,5 juta kartu uang elektronik untuk dijual di lapangan. "Kita akan jual 101.000 kartu selama 15 hari, jadi sekitar 1,5 juta."

Meskipun pada 31 Oktober nanti sudah dipastikan tidak ada lagi pembayaran tunai, Jasa Marga akan tetap menyiapkan beberapa kebijakan agar kejadian di Alam Sutra tak terulang lagi. "Kita nggak mau kejadian seperti yang di Alam Sutra. Kita tetap siapkan kondisi bila kartunya tak siap jual di lapangan," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP