BUMN raup investasi Rp 200 T di pertemuan IMF-World Bank, ini daftar proyeknya

Selasa, 9 Oktober 2018 18:20 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Sri mulyani dan bos IMF di Bali. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan meneken kontrak investasi dengan sejumlah investor dalam rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali. Berdasarkan rencana, penandatangan akan dilakukan, pada Kamis (11/10) mendatang.

Saat ini sudah ada 21 proyek infrastruktur di berbagai sektor yang akan disepakati investasinya, dengan nilai keseluruhan USD 13,6 miliar atau setara Rp 200 triliun.

"Investornya ada dari Air France-KLM dari Perancis, kerja sama dengan GMF untuk pengembangan teknologi maintenance mesin pesawat," kata Deputi Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Agustina Dharmayanti, dalam konferensi pers, di Lokasi IMF-World Bank Annual Meeting, Bali, Selasa (9/10).

Investasi berikutnya adalah pembangunan kawasan pariwisata tourism di Mandalika. Pengembangan kawasan Mandalika dilakukan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku salah satu BUMN dan pendanaannya didukung dari lembaga lain, yakni Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

"Ada juga Indonesia Eximbank, lalu Wika dan Menjangan Group. Ini untuk infrastruktur di Mandalika," jelas dia.

Lalu juga ada pembangunan pabrik amunisi oleh PT Pindad di Malang, Jawa Timur, dengan investornya dari Waterbury Farrel. Kemudian proyek Antam di Halmahera Timur dengan investor dari Ocean Energy Nikel Indonesia.

Kemudian pembangunan smelter grade alumina refinery di Kalimantan Barat oleh Alumunium Corporation of China Limited, dan pengerjaan proyek Inalum bekerja sama dengan MIT Energy Initiative dan Massachusetts Institute of Technology.

"Ada Inka dengan PT Kereta Api, joint investment and technology collaboration untuk lokomotif. Kemudian di Pertamina, lalu PLN dengan investornya dari Jerman, AMW, untuk geothermal powerplant di NTT," tutur Agustina.

"Ada juga toll road di Sumatera dengan berbagai perbankan dan konsorsium. Ada juga PT SMI dengan investornya Maybank berupa kredit dan the first syariah compliance hedging. Pertama di Indonesia," tandasnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini