Bulog Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Beras di Pasaran

Selasa, 15 Oktober 2019 20:24 Reporter : Dwi Aditya Putra
Bulog Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Beras di Pasaran Budi Waseso di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. ©2019 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengaku tengah mempelajari terkait kenaikan harga beras yang terjadi di pasaran saat ini. Dia juga merasa bingung adanya lonjakan harga pada beras, mengingat stok yang ada di gudang Bulog maupun di pasaran melimpah.

"Ini sedang dipelajari kenapa harga naik padahal stok banyak. Kan di pasaran juga banyak ya kan. Di pasaran banyak di Bulog apalagi," kata dia saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (15/10)

Dia menduga, kenaikan harga tersebut terjadi dikarenakan penyerapan dilakukan oleh sejumlah pedagang masih kurang. Di tambah lagi, produksi gabah sekarang ini sedang mengalami penurunan, sehingga keadaan itu secara otomatis akan mempengaruhi harga di pasaran.

"Kita sudah intervensi kita sudah jualan kita sudah operasi pasar tapi ya ternyata faktanya penyerapannya kecil. Bahkan kita ingin memasukkan ke penyalur-penyalur itu mereka semua belum mau menerima karena stoknya memang masih banyak," kata dia.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu menambahkan, ada beberapa daerah yang memang berdampak pada kenaikan harga di antaranya terjadi di Bali dan Nusa Tenggara Timur. Sementara, operasi pasar sendiri terus dilakukan pihaknya di seluruh wilayah untuk menstabilitaskan harga.

Sebelumnya, Harga beras di Pasar Pagi, Pekayon, Bekasi Selatan mengalami kenaikan. Salah satu pedagang beras, Sugeng mengatakan, harga beras per karungnya mengalami kenaikan menjadi Rp20.000.

"Saya beli dari sana sudah naik. Harga satu karung beras naik jadi Rp20.000. Ini jadi memengaruhi harga ecerannya," ucap Sugeng di kiosnya, Minggu (22/9).

Dirinya menuturkan jika harga beras sebelumnya Rp7.000 per liter. Namun, akibat kenaikan harga tersebut, harga berubah menjadi Rp8.000 per liter. "Tapi yang harga Rp8.000 per liter itu kualitasnya jelek," jawabnya.

Harga jual beras eceran kini dibanderol mulai dari Rp8.000 per liter sampai Rp13.000 per liter. Kenaikan ini mulai dirasakan para pedagang sejak satu minggu terakhir.

"Naiknya mulai satu minggu ini dan katanya bakal naik terus harganya sampai bulan Oktober," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini