BPOM : Imbauan susu kental manis bukan pengganti nutrisi susu sudah sejak 2017

Senin, 9 Juli 2018 20:08 Reporter : Anggun P. Situmorang
BPOM : Imbauan susu kental manis bukan pengganti nutrisi susu sudah sejak 2017 Ilustrasi susu kental manis. ©Pixabay

Merdeka.com - Masyarakat selama ini menganggap susu kental manis (SKM) merupakan produk olahan yang bisa menggantikan susu dan baik dikonsumsi untuk anak-anak di bawah usia lima tahun. Meski bahannya dibuat dari susu sapi, namun SKM ternyata mengandung lebih banyak gula dan dibanding kalsium dan vitamin.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pun telah membuat surat edaran yang ditujukan kepada produsen produk SKM agar menarik penayangan iklan SKM dapat dikonsumsi sebagai pengganti nutrisi atau pengganti susu segar bagi anak-anak di bawah lima tahun.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Penny Lukito) mengatakan, imbauan mengenai SKM bukan pengganti nutrisi susu sebenarnya sudah dilakukan sejak 2017. Namun, baru tahun ini BPOM benar-benar mengedarkan surat untuk menarik penayangan iklan.

"Mulai 2017 sudah kita sampaikan. Tapi memang proses sampai sekarang diumumkan dan sebagainya ada proses. Jadi kita sudah sampai pada titik bahwa surat edaran itu sudah ada, semua masyarakat sudah teredukasi," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/7).

Penny mengatakan, pengedaran surat tersebut merupakan salah satu bagian edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam memberikan kebutuhan nutrisi kepada keluarga terutama anak-anak. Dia juga tidak melarang apabila SKM digunakan untuk kebutuhan tertentu sebagai pelengkap saji pada makanan atau minuman.

"Jadi surat edaran itu adalah bagian dari edukasi masyarakat juga dari badan POM. Tapi edukasi itu juga bukan cuma tanggung jawab dari badan POM, semua pihak harus mengedukasi masyarakat terkait manfaat dari suatu produk," tandasnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Susu Kental Manis
  3. BPOM
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini