BPH Migas Antisipasi Puncak Konsumsi BBM Natal dan Tahun Baru
Merdeka.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Dalam rangka mengamankan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak, Gas, Listrik dan antisipasi kebencanaan Geologi di seluruh Tanah Air pada saat Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, telah dibentuk Tim Posko Nasional Energi Dan Sumber Daya Mineral.
Tim Posko Nasional Sektor ESDM ini beranggotakan Unit eselon I di Kementerian ESDM yang membidangi sektor energi BBM, Gas, Listrik dan Geologi yaitu BPH Migas, Sekretariat Jenderal (Biro Perencanaan, Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama, Pusat Data dan Teknologi Informasi/Pusdatin), Ditjen Migas, Ditjen Ketenagalistrikan, Badan Geologi, Staff Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi dan Staff Khusus Menteri ESDM Bidang Polhukam.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa pada konferensi pers Posko Nasional sektor ESDM Natal dan Tahun Baru ©2018 Merdeka.com
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa menyebutkan potensi puncak konsumsi BBM akan terjadi tiga kali, yakni 22 Desember 2018, 31 Desember 2018 dan 5 Januari 2019. "Khusus untuk bahan bakar 'gas oil', puncaknya pada 5 Januari, sedangkan konsumsi avtur dan gas elpiji pada 22 Desember," kata Fanshurullah.
Fanshurullah atau akrab disapa Ifan ini menjelaskan Satuan Tugas Posko Nasional ESDM di bawah BPH Migas sebagai penanggung jawab dilaksanakan pada 18 Desember 2018 sampai 8 Januari 2019. Posko Nasional sektor ESDM dibentuk untuk menjamin ketersediaan dan distribusi BBM, gas, listrik dan antisipasi bencana geologi menjelang Natal dan Tahun Baru.
Ada pun badan usaha di bidang penyediaan BBM, gas, dan listrik ditangani oleh PT Pertamina (Persero), PT AKR Corporindo Tbk, PT PLN (Persero), PT PGN (Persero) dan PT Pertagas Niaga.
Untuk ketersediaan BBM, Pertamina telah mengantisipasi dengan menambah titik lokasi penyalur, yakni penambahan mobil dispenser, baik di jalan tol, maupun jalan menuju tempat pariwisata dari 9 menjadi 16 titik.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa pada konferensi pers Posko Nasional sektor ESDM Natal dan Tahun Ba ©2018 Merdeka.com
Selain itu, kantong BBM juga ditambah dari 44 lokasi menjadi 54 lokasi; BBM Kemasan yang disiapkan Pertamina dari 2,5 kilo liter (KL) menjadi 3,7 KL. Pangkalan gas elpiji juga ditambah dari 28 ribu menjadi 37 ribu lokasi.
Ifan menambahkan Satgas Posko Nasional akan melakukan koordinasi dan pengawasan distribusi BBM, gas, dan listrik di titik konsentrasi Natal, seperti Sumatra Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
Sementara untuk titik jalur wisata yang menjadi konsentrasi satgas, yakni Bukittinggi, Pangkal Pinang, Anyer, Puncak-Bogor, Lembang-Bandung, Yogyakarta, Malang, Bali dan Bunaken-Manado.
"Setiap hari nanti tim Satgas ESDM akan memonitoring ke berbagai titik seluruh Indonesia, terutama tempat-tempat masyarakat merayakan Natal dan tempat wisata di Indonesia," kata Ifan.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa pada konferensi pers Posko Nasional sektor ESDM Natal dan Tahun Ba ©2018 Merdeka.com
Dengan adanya Posko Nasional Sektor ESDM diharapkan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM, Gas (LPG), listrik dapat terjamin ke seluruh wilayah NKRI untuk melayani kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat yang akan merayakan Hari Natal serta mengisi libur akhir tahun. Selain itu juga apabila terjadi kelangkaan dan gangguan penyediaan dan pendistribusi BBM, Gas, Listrik dan bencana geologi (letusan gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah) dapat direspon dan diatasi dengan cepat sehingga masyarakat dapat merayakan Natal 2018 dan mengisi libur akhir tahun dengan aman dan penuh suka cita.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya