Bos OJK: Pembiayaan perbankan di sektor pertanian masih rendah
Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan peran pembiayaan perbankan di sektor pertanian masih minim, termasuk dalam pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal ini disebabkan belum terbukanya akses antara pihak perbankan dan petani.
"Pembiayaan dari bank untuk sektor pertanian ini masih rendah. Kadang-kadang akses ini tidak terbuka karena tidak ada informasi. Bagaimana bank mau masuk kalau tidak ada informasi," ujar Muliaman di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (28/11).
Menurutnya, sangat penting untuk meningkatkan sistem database untuk mengumpulkan data di sektor pertanian yang bisa digunakan oleh perbankan dalam memberikan pembiayaan. Tentunya, peningkatan database ini harus dilakukan hingga ke pelosok daerah di Indonesia, baik desa, kabupaten, hingga kota.
"Akses terhambat karena isu karakteristik KUR kita mayoritas ke perdagangan. Ketika KUR masuk ke pertanian, peternakan ini perlu inovasi sendiri. Karena ada karakteristik masa tunggunya," imbuhnya.
Selain itu, para petani harus membuat kelompok tertentu agar bisa membuka akses ke perbankan. Sebab, jika petani mengajukan KUR seorang diri, maka pembiayaan akan lebih sulit untuk dilakukan.
"Akses tidak terjadi karena tidak terbentuknya ekosistem. Ekosistem ini penting. Kalau petani langsung ke bank, mana mungkin bank mau. Makanya petani harus masuk ke ekosistem sehingga bank di daerah masuk ke sana," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya