Bos OJK: Baru dalam sejarah dana di pasar modal melebihi pertumbuhan kredit

Kamis, 21 Desember 2017 18:15 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Bos OJK: Baru dalam sejarah dana di pasar modal melebihi pertumbuhan kredit Wimboh Santoso. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pertumbuhan di pasar modal mengalami peningkatan signifikan dibanding penyaluran kredit perbankan. Kondisi ini menunjukkan sumber pendanaan di Indonesia semakin beragam tak melulu mengandalkan kredit baik itu pendanaan yang sifatnya jangka menengah hingga panjang.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengatakan bahwa penghimpunan dana di pasar modal hingga Desember ini telah mencapai Rp 257,02 Triliun. Angka tersebut jauh melampau target semula yaitu Rp 217,02 triliun.

"Pertumbuhan industri perbankan yang tidak sebagaimana kami harapkan ini karena pertumbuhan di pasar modal sangat agresif. Sehingga ini, hal yang baru dalam sejarah bahwa pertumbuhan penghimpunan dana di pasar modal lebih dari pertumbuhan kredit perbankan," kata Wimboh, di Kantornya, Kamis (21/12).

Dia optimis penghimpunan dana di pasar modal bisa tembus Rp 260 triliun di akhir tahun dikarenakan masih banyak perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dalam pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara itu, intermediasi perbankan sudah mulai tumbuh dilihat dari angka penyaluran kredit pada November mencapai 7,47 persen. Sampai akhir tahun pertumbuhan kredit diharapkan sejalan dengan target OJK, yaitu di level 8 persen-9 persen.

Secara industri, Wimboh menilai pertumbuhan sektor perbankan lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan di pasar modal. Kondisi tersebut sesuai dengan kebijakan OJK untuk penempatan kredit menengah hingga panjang di pasar modal, karena menyangkut tingkat keamanan.

"Ke depan kita akan lakukan terus sehingga pasar modal akan menjadi sumber pembiayaan utama terutama untuk proyek jangka panjang seperti proyek infrastruktur."

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung menguat sepanjang tahun 2017 dengan volatilitas yang relatif rendah. IHSG pada tahun ini menembus level psikologis 6.000. Hingga 20 Desember IHSG telah tumbuh sebesar 15,34 persen pada posisi 6.109,48. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini