Bos BI Prediksi Indonesia Kehilangan Pendapatan Rp185 Triliun Akibat Virus Corona
Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memprediksi bahwa dampak virus corona masih akan terasa hingga Maret mendatang. Dampak terbesar penyebaran virus berasal dari Wuhan, China ini masih akan terasa hingga satu atau dua bulan ke depan.
"Kami prediksikan 2 bulan," kata Perry di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).
Wabah virus corona muncul di akhir bulan Januari dan sampai akhir bulan ini anti virus corona belum bisa ditemukan. Misalnya obat virus ini ditemukan Maret, maka butuh waktu 6 bulan untuk mengembalikan kondisi seperti semula. Semisal di sektor pariwisata yang terkena imbasnya secara langsung.
Jika skenario ini berlangsung selama 2 bulan, diperkirakan Indonesia kehilangan pendapatan mencapai USD 13,5 miliar atau setara Rp185 triliun.
"Total USD 1,35 miliar itu tadi skenario kalau 2 bulan tutup," ujar Perry.
Saat berbagai infrastruktur pariwisata seperti penerbangan dari dan ke China kembali beroperasi, dibutuhkan waktu 6 bulan untuk kembali seperti semula. Sebab, kata Perry, wisman atau turis tidak akan langsung menyerbu pariwisata di Indonesia.
"Mereka akan perlahan naik, kemudian normal kembali sampai 6 bulan," kata Perry.
Ganggu Perdagangan Ekspor Impor
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTuris yang datang pun tak mesti dari China. Kondisi ini berlaku untuk turis dari berbagai negara. Mereka baru akan kembali setelah memastikan tidak ada lagi ancaman virus corona.
Sementara itu di sektor ekspor-impor juga ikut terganggu akibat virus corona. Perry telah menerima laporan dari para pengusaha ekspor-impor.
Mereka mengakui ada gangguan distribusi logistik. Hanya saja, perusahaan yang mengimpor bahan baku masih memiliki persediaan barang. Sehingga proses produksi masih bisa berlangsung dan tidak terganggu.
Selain itu, komunikasi di dunia usaha juga dilaporkan mengalami gangguan. Beberapa jalur pelabuhan juga masih ada penutupan. Sejumlah perusahaan di China juga sebagai masih tutup.
"Gangguan distribusi cukup menghambat," kata Perry.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya