Bos BEI: Butuh 30 perusahaan per tahun untuk kalahkan Thailand
Merdeka.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan tahun 2020 dapat mencapai nilai transaksi dan jumlah emiten terbesar di ASEAN. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengakselerasi jumlah perusahaan tercatat (listed).
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, untuk mencapai target tersebut, pasar modal membutuhkan lebih dari 30 perusahaan tercatat per tahun. Dalam mendorong peningkatan perusahaan tercatat, BEI berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas perusahaan efek yang memiliki kegiatan usaha sebagai penjamin emisi efek (underwriter) serta memberikan kepercayaan lebih kepada profesi penunjang.
"Kita memerlukan lebih dari 30 perusahaan per tahun di Bursa Efek, kalau kita ingin 2020 dapat mengejar Thailand, Malaysia dan Singapura. Dan karenanya saya mengatakan teman-teman underwriter ini yang punya peran terbesar untuk menambah perusahaan listed di pasar modal," ujar Tito di Hotel Anvaya, Bali, Jumat (10/3).
Tito menambahkan, BEI sebagai wadah instrumen investasi saham tanah air terus berusaha meningkatkan kinerjanya. Sebab, mobilisasi dana di pasar modal cukup besar dalam memberi sumbangsih kepada perekonomian dalam negeri.
"Sumbangsih pasar modal terhadap pertumbuhan ekonomi hampir mencapai 12 persen. Sementara kontribusi ke penerimaan pajak sepanjang 2016 sekitar 10 persen. Total penerimaan pajak dari pasar modal di 2016 mencapai Rp 110 triliun dari total penerimaan pajak sekitar Rp 1.100 triliun," ungkap Tito.
Penerimaan pajak dari pasar modal tersebut terdiri dari pajak emiten saham Rp 89,7 triliun, dividen saham Rp 12,99 triliun, kupon obligasi Rp 4,43 triliun, transaksi saham Rp 1,84 triliun, penawaran umum saham pendanaan (IPO) Rp 10 miliar, dan anggota bursa (sekuritas) Rp 640 miliar.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya